Pada saat masih tanggap darurat pun, saya ngotot harus segera bikin dam

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pemerintah kini fokus membangun beberapa sarana infrastruktur seperti dam hingga jembatan permanen dalam fase pemulihan pascabencana di Sumatera.

“Menurut saya pribadi, yang belum tertangani dengan maksimal itu adalah jembatan, karena rata-rata sungainya itu melebar dan mendangkal. Melebarnya juga tidak kira-kira, bisa langsung 10 kali lipat, bisa 5 kali lipat. Jadi, ya, desainnya itu harus berubah total,” kata Menteri PU dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Dody mengakui bahwa progres pemulihan pascabencana di Aceh masih cukup lamban. Hal ini mengingat masih banyaknya kayu dan batu yang masih menumpuk di hulu.

Oleh karena itu, Kementerian PU kemudian juga fokus untuk membangun dam untuk mencegah adanya banjir susulan akibat hujan.

“Pada saat masih tanggap darurat pun, saya ngotot harus segera bikin dam. Karena kalau kemudian dam tidak segera dibikin, hujan lagi, kayunya turun lagi, yang kasihan yang di bawah,” ujar dia.

Selain itu, jembatan permanen juga menjadi prioritas agar konektivitas antarprovinsi bisa tetap terjaga.

Menteri PU juga memastikan progres pembangunan-pembangunan di wilayah terdampak bencana banjir bandang akhir tahun lalu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan dan dipantau oleh pemerintah.

Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur yang rusak, Dody mengatakan pihaknya juga fokus untuk melakukan pembersihan lumpur yang membuat sawah-sawah rakyat terdampak.

“Selain itu, yang paling tertinggal memang itu juga adalah di irigasi, karena kita itu mesti cek apakah kemudian sawahnya itu masih exist, masih ada. Kalau pun sudah tertimbun lumpur, kita mesti cek juga, apakah lumpurnya ini bisa dibersihkan dengan mudah, atau kah nantinya lumpurnya ini, area sawahnya harus kita pindahkan,” jelasnya.

Hal ini, lanjut Dody, menjadi perhatian khusus agar upaya mewujudkan swasembada pangan di wilayah terdampak bencana bisa tetap berjalan.

“Karena sesuai arahan dari Pak Presiden Prabowo Subianto, walaupun (Sumatera, terutama) Aceh ini sedang terkena bencana, kami semua diminta maksimal agar tetap bisa swasembada pangan di 2026 untuk Aceh dan sekitarnya,” ujar Menteri PU.

Baca juga: Menteri PU pastikan program strategis sumber daya air tetap berjalan

Baca juga: Menteri PU: Percepat rehab rekon pascabencana dukung ketahanan pangan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.