Tahun ini kita mengekspor sekitar 450.000 ton. Jadi bertahap dari mulai bulan Mei akhir ini sampai Desember nanti

Jakarta (ANTARA) - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menargetkan ekspor sekitar 450 ribu ton semen ke Amerika Serikat (AS) sepanjang 2026 sebagai strategi perseroan memperluas pasar, yang mulai dilakukan akhir Mei.

Direktur Utama SBI Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan ekspor perdana akan dilakukan dari fasilitas dermaga dan produksi terintegrasi di Tuban, Jawa Timur.

“Tahun ini kita mengekspor sekitar 450.000 ton. Jadi bertahap dari mulai bulan Mei akhir ini sampai Desember nanti,” kata Rizki dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik perseroan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, volume ekspor tersebut secara bertahap diproyeksikan meningkat hingga mencapai sekitar satu juta ton pada tahun 2027.

Rizki mengatakan ekspor akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

Ia memperkirakan kontribusi ekspor dapat mencapai sekitar 10 persen terhadap total pendapatan perusahaan dalam tiga tahun mendatang.

“Ekspor akan jadi salah satu growth engine,” ujarnya.

Rizki menjelaskan pasar semen AS masih memiliki kebutuhan impor sekitar 25 juta ton per tahun sehingga membuka peluang bagi produsen semen Indonesia.

Baca juga: Semen Indonesia perkuat ekspor untuk tingkatkan pendapatan

Baca juga: SIG ekspor 11.275 MT semen ke Prancis perkuat posisi di pasar global

Menurut dia, sumber impor semen AS saat ini banyak berasal dari Vietnam dan Turki, sementara kompetitor utama SBI untuk pengiriman ke pasar tersebut adalah Vietnam.

Meski demikian, Rizki menilai selisih biaya logistik dengan Vietnam relatif tidak terlalu besar.

“Perhitungan saya sekitar beda 1-2 dolar AS per ton untuk ongkos angkutnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan ekspor ke pasar Amerika Serikat tidak semata-mata soal harga, tetapi juga menjadi bukti bahwa kualitas semen produksi Indonesia mampu diterima pasar internasional.

“Itu something yang menurut kita sebagai bangsa Indonesia kita bisa banggakan menurut saya. Kualitas semen yang kita buat di pabrik kami di Tuban bisa diterima oleh pasar Amerika,” ucap Rizki.

Direktur Operasi SBI Edi Sarwono menambahkan pabrik Tuban telah melalui proses sertifikasi untuk memenuhi standar pasar AS.

Menurut dia, fasilitas produksi Tuban juga dirancang agar kompetitif dari sisi biaya produksi karena memiliki fleksibilitas penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif.

“Pabrik kami yang di Tuban memang didesain untuk kompetitif secara cost,” ujar Edi.

Di tengah persaingan industri semen nasional yang masih ketat, SBI menilai ekspor dapat membantu mengurangi tekanan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan domestik.

Perseroan mencatat utilisasi industri semen nasional saat ini masih berada di kisaran 53,9 persen dari total kapasitas terpasang sekitar 124 juta ton.

Selain memperluas pasar ekspor, SBI juga menyatakan akan tetap menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional, penguatan layanan pelanggan, serta transformasi digital di sektor pemasaran dan produksi.

Baca juga: Semen Indonesia bidik perluasan ekspor usai dermaga Tuban tuntas

Baca juga: Semen Indonesia ekspor perdana 45 ribu metrik ton klinker ke Afrika

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.