Ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah konkret untuk memulai perjalanan baru dalam membangun kedaulatan mineral Indonesia

Jakarta (ANTARA) - PT Timah dan PT Perminas berkolaborasi untuk memperkuat pengembangan hilirisasi mineral strategis nasional, seiring komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian industri dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.

“Setelah perjuangan panjang akhirnya kita menyepakati sebuah kolaborasi antara PT TIMAH dan PERMINAS. Ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah konkret untuk memulai perjalanan baru dalam membangun kedaulatan mineral Indonesia,” ujar Direktur Utama PT Perminas (Persero) Gilarsi Wahju Setijono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penandatangan Conditional Framework PT TIMAH (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (Perminas) dalam pengembangan pengolahan slag timah dan rare earth elements (REE/LTJ) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kerja sama ini dituangkan dalam kerangka kerja sama bersyarat bertajuk Sovereign Strategic Mineral Cooperation Framework Pengolahan Slag Timah, Monasit & REE/LTJ Bangka.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung agenda hilirisasi pemerintah sekaligus memperkuat kedaulatan mineral nasional melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang selama ini belum dikelola secara maksimal.

Gilarsi menyampaikan kesepakatan kerja sama dengan PT TIMAH menjadi momentum penting dalam membangun pengelolaan mineral strategis nasional, khususnya pengolahan slag timah dan rare earth elements.

Menurutnya, proses menuju kerja sama tersebut melalui pembahasan intensif guna menyusun framework kolaborasi yang akan dijalankan kedua perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama PT TIMAH Restu Widiyantoro menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang membuka peluang perusahaan memperluas peran dalam pengembangan hilirisasi mineral strategis.

Menurutnya, selama puluhan tahun PT TIMAH berfokus pada pengolahan bijih timah dari hulu hingga hilir untuk kebutuhan ekspor. Namun melalui kerja sama strategis tersebut, perusahaan kini memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengelolaan mineral strategis.

“Selama ini PT TIMAH hanya fokus mengelola bijih timah dari hulu sampai hilir untuk ekspor. Dengan adanya kerja sama ini, kami memiliki kesempatan untuk naik kelas melalui pengembangan hilirisasi dan pengelolaan mineral strategis,” ujarnya.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan kerja sama strategis tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan kekayaan alam nasional demi kepentingan bangsa dan negara.

“Kita ingin mengelola kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini untuk tujuan utama, yakni kepentingan nasional dan kesejahteraan bangsa serta negara,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap wacana, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret dan berkelanjutan dalam mendukung hilirisasi mineral strategis nasional.

Baca juga: PT Timah catat kontribusi pajak dan PNBP di 2025 capai Rp1,62 triliun

Baca juga: Rosan sebut Perminas upaya optimalkan potensi tanah jarang RI

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.