Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Mathius D Fakhiri optimistis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Marsram, Kabupaten Supiori, mampu mendorong kemajuan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Kami yakin program yang digagas Presiden Prabowo Subianto kami itu dapat memperkuat ekonomi masyarakat mulai dari tingkat keluarga hingga kampung," katanya di Jayapura, Sabtu.

Menurut Fakhiri, semua yang dibangun pemerintah bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

"Jika ekonomi keluarga bertumbuh maka kampung akan berkembang, distrik menjadi kuat dan dampaknya juga dirasakan pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.

Dia menjelaskan pembangunan kawasan nelayan terpadu itu juga berpotensi mendukung pengembangan sektor pariwisata, khususnya wisata air di Kabupaten Supiori karena didukung keindahan wilayah pesisir dan sumber daya perikanan yang dimiliki masyarakat.

Baca juga: Pepmprov PBD sepakat percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

"Pada Jumat (22/5) kami sudah melakukan peninjauan ke kampung tersebut di mana dalam kegiatan tersebut pemerintah akan menyiapkan infrastruktur pendukung seperti akses jalan agar kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi warga," katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak masyarakat Kampung Marsram untuk mendukung program pembangunan dan tidak mempersulit proses pembangunan dengan persoalan tanah ulayat.

"Kami pemerintah provinsi maupun kabupaten tidak mengambil hak kepemilikan masyarakat adat karena lahan yang digunakan tetap menjadi milik warga setempat. Kami hanya membangun untuk kepentingan masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujarnya.

Baca juga: KKP petakan 200 calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Papua

Dia berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Supiori dapat menjadi salah satu kawasan nelayan terpadu yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru di daerah pesisir Papua.

Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.