Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Provinsi Papua menyusun rancangan teknis pengembangan Pelabuhan Korido untuk memperkuat konektivitas daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) serta mendukung kedaulatan maritim di wilayah utara Papua.

Pengembangan itu dilakukan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Korido yang dilakukan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Korido Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama Pemprov Papua.

"Kerja sama ini merupakan momentum bersejarah karena menjadi kolaborasi pertama di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dalam penyusunan DED pengembangan suatu pelabuhan," kata Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, sinergi pengembangan Pelabuhan Korido dapat memperkuat jalur distribusi logistik dan pergerakan angkutan laut di Papua khususnya di Supiori yang masuk wilayah 3TP.

"Untuk itu saya mengajak kita semua untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Korido di tanah ini, supaya terus berkembang dan menjadi pelabuhan yang maju, profesional dan membanggakan," ujar dia.

Ia mengatakan dari pelabuhan yang produktif akan terbangun konektivitas yang hebat sehingga pertumbuhan ekonomi terus berkembangan dan berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang melalui kemaritiman yang handal.

Penyusunan DED Pelabuhan Korido dilakukan Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah setempat guna memperkuat layanan distribusi logistik dan kepelabuhanan di wilayah 3TP.

Pengembangan jangka pendek Pelabuhan Korido meliputi studi dan analisis perpanjangan dermaga, area walkway, terminal penumpang, kantin, pagar dan area komersil untuk tahun anggaran 2027.

Langkah strategis itu ditandai penelitian teknis dan peninjauan lapangan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri bersama Tim Teknis dari Dinas Perhubungan, Dinas PUPR dan Baperida di dermaga dan area komersil serta Kantor UPP Korido, di Distrik Supiori Selatan, Supiori, Papua, Jumat (22/5).

Sementara itu, Kepala KUPP Kelas III Korido Willem Thobias Fofid mengatakan Pelabuhan Korido memiliki peran strategis di Kawasan Pasifik sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi bagi seluruh wilayah kepulauan di utara Papua.

Ia mengatakan tantangan geografis seringkali menjadi kendala dalam aksesibilitas dan konektivitas, sehingga dengan pengembangan Pelabuhan Korido yaitu dengan adanya perpanjang dermaga dapat menambah kapasitas operasional pelabuhan dalam melayani kapal-kapal berukuran besar.

"Dan pembangunan kantin, terminal penumpang serta area walkway dan area komersil dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sebagai penumpang dan juga pelaku usaha masyarakat lokal,” katanya.

Menurut Willem, sinergi penyusunan dan finalisasi dokumen DED dapat memperkuat persyaratan dalam pengembangan pelabuhan ke depan sekaligus menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua dan KUPP Korido dapat terus berlanjut melalui sinergi dalam penyusunan DED, sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan solusi teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjangkau wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.

“Semoga ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara, penguatan kedaulatan data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan akan semakin aman dan terintegrasi, sekaligus memperkuat aspek pengawasan serta keselamatan pelayaran di wilayah timur Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Matius Wally yang juga merupakan Ketua Tim Teknis Penyusunan DED, menambahkan sinergi dan kolaborasi itu merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sinergitas layanan kepelabuhanan dan angkutan di perairan.

“Pemanfaatan teknologi operasional diharapkan mampu menghadirkan konektivitas layanan pelabuhan yang handal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial," katanya.

Wally berharap penguatan kedaulatan maritim lewat pengiriman komoditi unggulan daerah melalui Pelabuhan Korido menjadikan perekenomian semakin maju.

Oleh karena itu, katanya, operasional pelabuhan, pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan, serta layanan angkutan laut merupakan aset strategis negara yang harus dikelola secara aman, terintegrasi, dan berdaulat.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.