Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pemahaman serta komitmen multipihak dalam melaksanakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di seluruh satuan pendidikan melalui gelaran seminar hibrid.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan pihaknya terus memastikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dapat diimplementasikan di setiap satuan pendidikan, baik formal, informal, maupun nonformal.
“Kegiatan seminar hibrid hari ini juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk berbagi praktik baik, penguatan pemahaman serta komitmen bersama dalam melaksanakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di seluruh Indonesia,” kata Suharti dalam kegiatan bertajuk Seminar Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin.
Baca juga: Mendikdasmen tekankan kecerdasan ekologis dan budaya sekolah aman
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pendidikan sudah seharusnya tidak hanya menyoal pada capaian akademik, namun juga mengupayakan sekolah agar menjadi ruang tumbuh yang aman, sehat dan inklusif, termasuk memanusiakan setiap peserta didik.
Pihaknya berharap hasil diskusi pada seminar hari itu juga dapat mendorong langkah-langkah nyata yang strategis di tingkat kebijakan maupun praktis di tingkat satuan pendidikan.
“Sehingga setiap murid di Indonesia dapat belajar dalam lingkungan yang aman-nyaman, inklusif dan juga mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal,” kata Suharti.
Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar mengatakan pihaknya sebagai mitra Kemendikdasmen juga turut berupaya memastikan terciptanya layanan pendidikan yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, namun juga memastikan setiap anak merasa aman, dihargai dan dilindungi di lingkungan belajar.
Salah satu program bernama Kreasi Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia, kata dia, menjadi upaya nyata untuk mempercepat peningkatan literasi, numerasi sekaligus penguatan karakter dan perlindungan anak melalui intervensi lebih dari 500 satuan pendidikan di 8 kabupaten di 4 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara.
“Kami menyadari sepenuhnya peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas lingkungan belajar itu sendiri. Sehingga hadirnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan langkah strategis yang sangat kami apresiasi,” kata Dessy.
Baca juga: Kemendikdasmen kembali tekankan budaya aman di lingkungan sekolah
Baca juga: Mendikdasmen rancang budaya sekolah aman jaga kesehatan jiwa siswa
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.