Jakarta (ANTARA) - Kecamatan Kramat Jati memprioritaskan pendistribusian tong sampah organik dan anorganik di sejumlah titik permukiman warga sebagai upaya memperkuat sistem pemilahan sampah dari sumbernya.

"Pihak kelurahan mengarahkan para Ketua RW agar menempatkan tong sampah di lokasi strategis permukiman warga," kata Camat Kramat Jati Kamal Alatas saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Penempatan tong sampah tersebut diprioritaskan di lokasi strategis agar mudah dijangkau masyarakat dan mendorong perubahan perilaku warga dalam memilah sampah rumah tangga.

Kamal mengungkapkan kesiapan sarana dan prasarana pemilahan sampah organik di wilayahnya secara umum sudah mulai berjalan dan cukup mendukung pelaksanaan program pengelolaan sampah dari sumber.

Meski demikian, jumlah fasilitas yang tersedia saat ini masih terbatas dan belum mampu menjangkau seluruh lingkungan RT dan RW.

"Secara umum kesiapan sarana dan prasarana sudah mulai berjalan. Namun memang ketersediaannya masih terbatas dan belum mencukupi untuk seluruh wilayah," ujar Kamal.

Dia menjelaskan, beberapa kelurahan di wilayah Kramat Jati telah menerima bantuan tong sampah terpisah dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur.

Setiap wilayah mendapatkan bantuan berupa empat unit tong sampah organik dan anorganik untuk mendukung program pemilahan sampah di lingkungan warga.

Selain bantuan pemerintah, dukungan masyarakat juga mulai terlihat melalui inisiatif sejumlah Ketua RT yang menyediakan tong sampah secara mandiri di lingkungannya masing-masing.

Baca juga: Warga Cipayung siapkan 20 tong sampah untuk pilah sampah

Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk partisipasi warga dalam mendukung pengurangan volume sampah rumah tangga yang selama ini masih bercampur antara sampah organik dan anorganik.

Menurut Kamal, keterbatasan jumlah tong sampah membuat distribusi sarana dilakukan secara bertahap dan diprioritaskan pada lokasi-lokasi strategis di area permukiman.

Distribusi sarana pendukung pengolahan sampah organik tersebut dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan berkoordinasi bersama pihak kecamatan dan kelurahan.

Setelah sarana diterima, pihak kelurahan bersama pengurus lingkungan menentukan titik penempatan yang dianggap paling efektif untuk melayani kebutuhan warga.

Adapun program pemilahan sampah dari sumber ini menjadi salah satu langkah penting dalam pengurangan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

"Dengan adanya pemisahan sampah organik dan anorganik sejak di lingkungan rumah tangga, pengelolaan sampah dinilai akan lebih mudah dan efisien," ucapnya.

Kamal berharap keberadaan tong sampah terpisah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Selain itu, partisipasi aktif warga juga dinilai menjadi faktor utama keberhasilan program pemilahan sampah di tingkat permukiman.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mendorong agar pengurus RT dan RW di wilayah setempat mulai menyiapkan sarana pemilahan sampah secara mandiri untuk mendukung program pengelolaan sampah dari sumbernya.

"Seiring berjalan, nanti instruksi tersebut saya sampaikan kepada RT RW, camat, lurah untuk tidak menjadi halangan," kata Munjirin saat meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5).

Menurut dia, keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi hambatan dalam penerapan pemilahan sampah organik dan anorganik di lingkungan permukiman warga. Oleh karena itu, pihaknya meminta jajaran camat, lurah, hingga pengurus lingkungan agar mulai menerapkan langkah sederhana itu sambil menunggu penyediaan sarana yang lebih memadai.

Baca juga: LH Jaktim distribusikan 2.405 tong dukung pemilahan sampah dari rumah

Baca juga: Jaktim siapkan SOP dan instruksi khusus kelola sampah perkantoran

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.