Jakarta (ANTARA) - Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria mengungkap tren konsultasi terkait kesehatan mental di platform Halodoc meningkat sejak menjelang Lebaran atau Idul Fitri 2026, dan terus naik hingga saat ini.

Awalnya, Halodoc memperkirakan lonjakan itu hanya dipengaruhi faktor musiman Ramadhan atau Lebaran, namun tren tersebut ternyata berlanjut hingga saat ini.

“Semenjak dua minggu sebelum Lebaran tahun ini, kita melihat ada peningkatan. Awalnya kami kira ini hanya seasonal, tapi ternyata tidak demikian. Jadi tetap naik terus sejak itu, sampai dengan sekarang masih naik terus. Jadi sepertinya memang ada kekhawatiran nyata yang mungkin semakin lama, malah justru semakin besar di masyarakat,” ujar Fibriyani saat ditemui ANTARA usai Media Gathering Peringatan 10 Tahun Halodoc di Jakarta, Senin.

Baca juga: HCC bangun ketahanan kesehatan jiwa remaja lewat Cek Teman Sebelah 3.0

Menurut dia, kebutuhan konsultasi kesehatan mental paling banyak berasal dari generasi muda, terutama Gen Z, disusul kelompok milenial. Sementara generasi X tercatat paling kecil proporsinya karena isu kesehatan mental dinilai belum terlalu umum dibicarakan oleh kelompok usia lebih tua.

Halodoc juga menemukan kecenderungan pengguna lebih terbuka membicarakan masalah mental kepada asisten digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) milik perusahaan, HILDA, dibanding langsung kepada manusia.

“Kalau kita lihat yang juga cukup menarik adalah ada kasus-kasus di mana manusia lebih terbuka dengan HILDA atau dengan AI dibandingkan langsung dengan manusia untuk tahap awalnya,” kata Fibriyani.

Baca juga: Kemenkes: Perlu integrasi atasi 3 isu kontemporer yang pengaruhi jiwa

Ia menuturkan pengguna kerap menyampaikan keluhan secara langsung kepada HILDA, mulai dari keluhan depresi hingga pikiran yang terus terasa bising. Selanjutnya, HILDA akan memberikan respons empatik sekaligus mengarahkan pengguna ke layanan yang tepat, seperti psikolog atau psikiater.

Selain itu, Fibriyani juga mengungkap fakta menarik lainnya, di mana konsultasi kesehatan mental yang dilakukan pengguna di Halodoc paling banyak terjadi pada malam hingga dini hari.

“Jadi yang menarik juga ternyata konsultasi yang terkait mental health banyak terjadinya cukup mendominasi di jam-jam yang larut, dari jam 10 sampai dengan jam 2 pagi,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah bakal evaluasi dampak PP Tunas pada kesehatan mental anak

Selain kesehatan mental, Halodoc mencatat keluhan lain yang juga masuk lima besar konsultasi terbanyak yakni terkait ISPA, penyakit umum seperti batuk, pilek, demam dan sakit kepala, masalah kulit termasuk eksim dan ruam, serta kesehatan reproduksi.

Berdasarkan salah satu jurnal Universitas Gadjah Mada, jumlah pengguna Halodoc hingga Maret 2024 telah mencapai 20 Juta pengguna. Tahun ini, perusahaan layanan kesehatan digital tersebut telah memasuki usia satu dekade di Indonesia.

Baca juga: Kemenkes kebut pemerataan psikolog puskesmas guna kesehatan jiwa anak

Baca juga: Kemenkes: layanan kesehatan jiwa berbasis web atasi terbatasnya akses

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.