Jadi kalau ada orang mengatakan negara kita begini, negara kita begitu, seolah-olah besok mau bubar, nggak bener ya. Insya Allah negara kita baik
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyalurkan 49 ekor hewan kurban kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial dan upaya berbagi berkah saat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Sudaryono mengatakan bantuan tersebut terdiri atas 41 ekor sapi dan delapan ekor kambing yang disalurkan kepada masyarakat sekitar Kementan hingga jajaran pegawai.
"Insya Allah, semoga ini (melalui pelaksanaan kurban) tanda bahwa memang negara kita sedang baik-baik. Jadi kalau ada orang mengatakan negara kita begini, negara kita begitu, seolah-olah besok mau bubar, nggak bener ya. Insya Allah negara kita baik," kata Sudaryono di Jakarta, Rabu.
Pelaksanaan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban jajaran Kementerian Pertanian bersama HKTI pada Idul Adha 1447 Hijriah dipusatkan di kawasan Masjid Nurul Iman, Kementan.
Sudaryono menyebut jumlah hewan kurban di lingkungan Kementerian Pertanian terus meningkat, dari dua sapi dan 15 kambing pada 2024 menjadi sembilan sapi dan 10 kambing pada 2025.
Pada tahun 2026, jumlah hewan kurban melonjak menjadi 41 ekor sapi dan delapan ekor kambing sehingga menunjukkan peningkatan partisipasi serta kepedulian sosial yang semakin besar.
Ia menilai kenaikan jumlah kurban tersebut mencerminkan kondisi masyarakat dan perekonomian nasional yang tetap baik di tengah berbagai tantangan global serta ketidakpastian dunia.
Sudaryono mengatakan Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang relatif stabil karena pemerintah terus bekerja menjaga ketahanan pangan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, total pronogsa ketersediaan hewan ternak sapi, kerbau hingga kambing secara nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor, melampaui kebutuhan nasional yang diperkirakan sekitar 2,5 juta ekor.

Menurut Sudaryono surplus ketersediaan hewan kurban tersebut menunjukkan sektor peternakan nasional mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi indikator meningkatnya kemampuan ekonomi dan daya beli.
Menurut Sudaryono, ibadah kurban mengajarkan keteladanan Nabi Ibrahim AS tentang keikhlasan menempatkan kecintaan kepada Allah di atas kecintaan terhadap harta, jabatan, maupun urusan duniawi.
Ia menegaskan momentum Idul Adha menjadi pengingat bahwa tidak ada sesuatu yang abadi di dunia sehingga manusia perlu memperkuat nilai pengorbanan, ketakwaan, dan rasa syukur.
Ia mengajak seluruh masyarakat mensyukuri berbagai pencapaian tersebut mengingat banyak negara masih menghadapi tekanan akibat konflik, gangguan pasokan energi, serta perlambatan ekonomi global.
Sudaryono juga menyampaikan apresiasi kepada para Juru Sembelih Halal (Juleha) yang bertugas memastikan proses penyembelihan hewan kurban berlangsung sesuai syariat, aman, dan profesional.
Para Juleha diminta melakukan pemeriksaan kesehatan akhir terhadap hewan kurban sebelum penyembelihan guna memastikan tidak terdapat penyakit, luka, atau kondisi yang perlu dilaporkan.
Ia menekankan seluruh proses penyembelihan harus dilaksanakan secara higienis, bersih, dan sesuai standar kesehatan agar daging kurban aman dikonsumsi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup, aman dan terkendali.
"Total prognosa ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, terdiri dari sapi 860.000 ekor, kerbau 34.000 ekor, kambing 1,4 juta ekor, dan domba 935.000 ekor," kata Agung.
Sementara itu, kebutuhan nasional untuk penyembelihan hewan kurban pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 2,4 juta ekor sehingga masih terdapat surplus sekitar 800.000 ekor.
Menurut Agung, surplus tersebut menunjukkan kapasitas produksi peternakan nasional mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama perayaan Idul Adha tanpa kendala pasokan yang berarti.
Untuk memastikan hewan kurban memenuhi standar kesehatan dan kehalalan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah menerbitkan berbagai pedoman serta melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada panitia kurban di seluruh Indonesia.
Kegiatan edukasi tersebut mencakup aspek kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan, hingga tata cara penyembelihan yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.
Agung menegaskan pengawasan terus dilakukan agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan di luar rumah potong hewan tetap memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan bagi masyarakat.
Adapun seluruh hewan kurban yang disalurkan berasal dari partisipasi berbagai pihak, antara lain Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono, Badan Karantina Indonesia (Barantin), pejabat eselon I dan II Kementan, serta mitra sektor pertanian.
Dari total hewan kurban yang disalurkan, HKTI turut menyumbangkan 15 ekor sapi sebagai bagian dari komitmen berbagi kepada masyarakat pada perayaan Idul Adha.
Baca juga: Kementan pastikan ketersediaan hewan kurban jelang Idul Adha
Baca juga: Kementan pastikan hewan kurban aman-sehat dan sesuai syariat
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.