Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio, Rabu (27/5) mengatakan Washington akan menilai kemungkinan tercapainya kemajuan perundingan dengan Iran dalam beberapa jam atau beberapa hari mendatang.

"Ada kesepakatan yang dapat dicapai, dan kami ingin itu terwujud. Saya pikir sudah ada beberapa kemajuan dan ketertarikan, dan kita akan melihat dalam beberapa jam dan beberapa hari ke depan apakah kemajuan dapat dicapai," kata Rubio dalam rapat kabinet.

Ia mengingatkan bahwa Presiden AS Donald Trump memiliki opsi militer jika tidak tercapai kesepakatan, namun menegaskan bahwa Washington lebih memilih "jalur diplomatik melalui perundingan" dan akan memberikan "setiap peluang agar pembicaraan berhasil."

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke wilayah Iran, yang mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa terobosan.

Meski tidak ada laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan, Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran, dan kembali melancarkan serangan walaupun telah menyatakan gencatan senjata tanpa batas waktu.

Pada Senin, Rubio mengatakan bahwa Washington dan Teheran memiliki peluang yang baik untuk mencapai kesepakatan sementara terkait isu nuklir.

Kesepakatan kerangka kerja Iran-AS, yang hingga kini belum disetujui Iran, mengatur bahwa Teheran akan melepaskan persediaan uranium yang telah diperkaya, lapor The Washington Post.

Seorang pejabat Iran menjelaskan kepada surat kabar tersebut bahwa itu bukan kesepakatan nuklir final, melainkan kesepakatan sementara untuk menunda pembahasan isu tersebut hingga waktu mendatang.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Pezeshkian nyatakan Iran siap akhiri konflik di Timur Tengah

Baca juga: Pakistan siap berkoordinasi dengan China soal mediasi AS-Iran

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.