Teheran (ANTARA) - Iran telah menyusun sebuah draf tentang kerangka kerja awal tak resmi untuk nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat, yang menuntut penarikan militer AS dan pencabutan blokade angkatan laut.

Hal itu diwartakan menurut laporan beberapa gerai media pada Rabu (27/5), dengan mengutip stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB TV.

Sebagai gantinya, Iran berkomitmen untuk memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz ke level sebelum perang dalam waktu sebulan dan mengelola lalu lintas kapal di selat tersebut bersama Oman, papar laporan-laporan itu.

Selain itu, dikemukakan pula bahwa kapal-kapal militer tidak tercakup di dalam kesepakatan tersebut.

Menurut laporan-laporan tersebut, AS setuju mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, mengakui pengelolaan lalu lintas maritim di Selat Hormuz oleh Iran yang bekerja sama dengan Oman, menerima rute-rute transit kapal yang ditentukan oleh Teheran, serta menarik pasukan AS dari area di sekitar Iran.

Setiap kesepakatan final AS-Iran yang dicapai dalam periode negosiasi 60 hari akan disahkan dalam bentuk resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengikat, papar laporan-laporan tersebut.

Di bawah kesepakatan tersebut, Iran tidak akan mengambil tindakan apa pun tanpa "verifikasi nyata", imbuh laporan-laporan itu.

Esmaeil Baghaei, juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran, pada Sabtu (23/5) mengonfirmasi bahwa Iran dan AS sedang bekerja untuk memfinalisasi MoU terkait pengakhiran perang.

"Niat awal kami adalah pertama-tama, menyepakati sebuah MoU yang terdiri dari 14 klausul," kata Baghaei.

Dia menambahkan, kedua pihak berupaya mencapai kesepakatan akhir "dalam jangka waktu 30 hingga 60 hari" yang mencakup isu-isu seperti penghentian serangan maritim AS dan pencairan aset-aset Iran yang dibekukan.

Warga mengikuti acara peringatan yang diadakan untuk mengenang para siswa sekolah dasar yang tewas dalam serangan rudal di Iran selatan, di Teheran, Iran, 7 April 2026. (Xinhua/Shadati)

Iran, AS, dan Israel mencapai gencatan senjata pada 8 April setelah pertempuran selama 40 hari.

Menyusul gencatan senjata tersebut, delegasi Iran dan AS menggelar satu putaran perundingan perdamaian di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April, tetapi gagal menghasilkan kesepakatan

Selama beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan saling bertukar beberapa rencana usulan yang menguraikan syarat-syarat untuk mengakhiri konflik melalui mediasi Pakistan.

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.