Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menerima sapi kurban jenis limosin berbobot 1,1 ton dari Presiden RI Prabowo Subianto yang disembelih langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar di halaman Masjid Darul Jannah, Kamis.

Pemotongan hewan kurban tersebut dilakukan secara higienis dengan pengawasan kesehatan ketat guna memastikan daging layak dikonsumsi masyarakat.

"Semoga Bapak Presiden sehat, panjang umur, dan berkah bagi kami yang melaksanakannya,” kata Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar di halaman Masjid Darul Jannah, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis.

Sapi jenis limosin dengan bobot mencapai 1,1 ton itu disembelih langsung oleh Anwar menggunakan golok andalan jenis Sorenan Betawi yang telah disiapkan panitia.

Sapi bantuan Presiden itu menjadi hewan kurban terakhir yang dipotong dalam rangkaian penyembelihan hewan kurban di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan tahun ini.

“Sapi terakhir dipotong itu pemberian RI 1 dan yang memotong kebetulan saya sendiri. Memang afdalnya, seperti yang sudah disampaikan, apabila berkurban sebaiknya yang memotong adalah yang bersangkutan langsung," ucap dia.

Anwar mengatakan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan tahun ini mencapai 31 ekor sapi dan 60 ekor kambing atau domba.

Proses pemotongan hingga penyaluran daging kurban dipastikan dilakukan secara higienis dan memperhatikan aspek lingkungan.

Daging kurban dikemas menggunakan bongsang, sementara limbah seperti darah dan jeroan langsung dikubur untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Anwar menambahkan, pihaknya menyiapkan sebanyak 2.500 paket daging kurban yang akan dibagikan kepada mustahik, PJLP, serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

“Terkait dagingnya, jika ada terindikasi negatif, maka akan kita periksa dulu untuk memastikan dagingnya sehat dan bisa dibagikan. Jangan sampai niat baik kita berkurban, justru kita berikan daging yang tidak sehat sehingga berdampak pada penyakit bagi keluarga mereka,” ucap dia.

Ia berharap, tata cara pemotongan hewan kurban yang diterapkan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan dapat terus dijalankan dan menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan limbah agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro menjelaskan, hasil pemeriksaan hewan kurban baik antemortem maupun postmortem di lokasi pemotongan hanya menemukan sekitar 1,5 bagian hati sapi yang harus diafkir karena terindikasi cacing hati atau Fasciola hepatica.

“Jadi, kita periksa hewan kurban itu dari mereka masih hidup, terkait fisik dan lainnya. Kemudian, saat mati, kita periksa organnya, mulai dari hati, paru dan lainnya. Intinya kita pastikan ini layak semuanya untuk dikonsumsi,” kata Ridho.

Baca juga: PWNU DKI terima sapi kurban Presiden Prabowo seberat 800 kg

Baca juga: Kemarin, Prabowo salurkan sapi 910 kg-banjir di KAT Gorontalo Utara

Baca juga: Santri Pesantren Darunnajah nikmati daging sapi kurban dari Prabowo

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.