Jakarta (ANTARA) - Atlet e-sport kenamaan, Kairi ONIC, mengatakan sudah menonton film "Nobody Loves Kay" yang mengangkat bagian dari kisah perjalanan hidupnya.
Meski hanya sempat menyaksikan versi awal saat filmnya masih proses pengembangan yang kedua, Kairi mengaku puas dengan hasil akhir yang ditampilkan dalam film tersebut.
“Sangat puas. Waktu menonton film itu, saya jadi teringat kembali momen-momen haru perjuangan saya bersama teman-teman seperti pertemuan dengan karakter dalam film yang di sini bernama Ido,” ujar Kairi saat sesi konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis.
Baca juga: Pemain “Nobody Loves Kay” berharap film jadi ruang dialog
Kairi mengungkapkan bahwa menonton kembali perjalanan hidupnya melalui medium film memberikan refleksi emosional tersendiri.
Ia juga menyatakan antusias untuk kembali menyaksikan film tersebut secara utuh dalam versi finalnya bersama penonton lain di bioskop pada saat penayangan perdana pada 4 Juni 2026.
Di kesempatan yang sama, produser eksekutif Angga Dwimas Sasongko selaku perwakilan dari Visinema turut memberikan pandangannya mengenai kualitas proyek ini.
Baca juga: Bima Azriel ungkap workshop Mobile Legends di balik film
Menurut Angga, kualitas film "Nobody Loves Kay" sudah dianggap sebagai salah satu karya yang berhasil memadukan narasi yang kuat dengan standar kualitas produksi Visinema yang dikenal konsisten.
Melalui kisah nyata Kairi, film itu diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi generasi muda, khususnya komunitas "gamer" dan penggiat e-sport tentang arti dedikasi dan pentingnya dukungan sahabat dalam meraih impian besar.
Baca juga: Lima alasan cerita Nobody Loves Kay dekat dengan realita generasi muda
"Kami di Visinema sangat senang bisa bergabung. Ini adalah momen istimewa bagi kami sangat membanggakan untuk bersama teman-teman produser, penulis, sutradara, semua filmmaker yang terlibat di sini dan juga terutama juga aktor-aktornya yang menurut saya, kita bisa lihat sendiri di sini masih muda-muda, jadi kita masih punya banyak harapan lah untuk film Indonesia, gitu," kata Angga.
"Simpelnya kalau enggak puas, mungkin saya enggak di sini, iya kan? Malu gitu kan? Tapi, ini film yang membuat berani karena ini film yang sangat unik," ujar Angga pula.
Dia berharap pesan moral dari film "Nobody Loves Kay" dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.
Baca juga: Mantan anggota JKT48 jadi pemain film layar lebar "Nobody Loves Kay"
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.