Haikou, China (ANTARA) - Zona Pengembangan Pelabuhan Jinpai Lingao di Provinsi Hainan, China, telah berkembang menjadi basis penting untuk ekspor bangunan prafabrikasi hijau dan pintar, sekaligus mendukung keterbukaan tingkat tinggi Pelabuhan Perdagangan Bebas (Free Trade Port/FTP) Hainan.

Sebagai salah satu kawasan industri utama di FTP tersebut, Pelabuhan Jinpai Lingao berfokus pada sektor konstruksi prafabrikasi.

Kapasitas produksinya menyumbang lebih dari separuh total kapasitas di Hainan, sekaligus menempati posisi terdepan di provinsi tersebut dalam output struktur baja dan beton pracetak. Konsumsi listrik tahunannya meningkat lebih dari 30 persen, mencerminkan momentum pertumbuhan industri yang kuat.

Bangunan prafabrikasi, yang mengusung konsep produksi di pabrik dan perakitan di lokasi, memiliki waktu konstruksi yang lebih singkat, kualitas yang lebih tinggi, serta sifat yang lebih ramah lingkungan.

Model bangunan ini menjadi arah penting bagi transformasi hijau industri konstruksi Hainan dan upaya pembangunan pulau energi bersih.

Longqing Southeast, salah satu perusahaan di kawasan tersebut, mengoperasikan enam lini produksi pintar. (Xinhua)

Longqing Southeast, salah satu perusahaan di kawasan tersebut, mengoperasikan enam lini produksi pintar. Dengan dukungan pasokan listrik yang stabil, perusahaan itu berhasil memangkas waktu produksi komponen baja utama dari satu hari menjadi hanya tiga hingga empat jam.

Kapasitas produksi tahunannya mencapai 60.000 ton pada 2025 dan diperkirakan melampaui 100.000 ton setelah pembangunan pabrik fase kedua rampung.

"Dalam enam bulan terakhir sejak FTP Hainan mulai menerapkan pengoperasian bea cukai khusus, kami telah memperoleh pesanan dari negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Hari ini, pelanggan dari Peru dan Chile juga datang untuk membahas kerja sama," ujar Zhang Baojun dari Longqing Southeast.

Dari yang awalnya hanya berfokus pada pasar domestik Hainan hingga kini merambah ke berbagai negara dan kawasan, jangkauan bisnis perusahaan tersebut terus berkembang.

Produk-produk "buatan Lingao" pun semakin cepat menembus pasar global.

Selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), Pelabuhan Jinpai tersebut diperkirakan akan sepenuhnya rampung dan mulai beroperasi, serta melengkapi fungsi Pelabuhan Yangpu.

Sinergi tersebut akan semakin menurunkan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi bea cukai, sehingga membantu produk bangunan prafabrikasi Hainan menjangkau pasar internasional yang lebih luas.


Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.