Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita unggulan pada Kamis (28/5) yang menarik untuk disimak, penggunaan APBN kurban hingga harga beras SPHP tak naik. Simak berita-berita tersebut:

1.⁠ ⁠Komisi III: Penggunaan APBN untuk hewan kurban Presiden tidak salah

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pengadaan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah tidaklah salah.

Habiburokhman menjelaskan secara hukum, program bantuan untuk masyarakat dari presiden diatur dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Baca selengkapnya di sini

2.⁠ ⁠Trump ancam serang 15 negara selama menjabat Presiden AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam, membuka kemungkinan menyerang, atau benar-benar menyerang 15 negara selama dua masa jabatannya, atau sekitar satu dari setiap 13 negara di dunia. Baca selengkapnya di sini

3.⁠ ⁠Prabowo instruksikan semua jenjang sekolah pelajari bahasa Prancis

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pembelajaran bahasa Prancis diperluas di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan dengan Prancis.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis waktu setempat. Baca selengkapnya di sini

4.⁠ ⁠ITB pastikan dugaan "fraud" riset alumni magisternya bersifat individu

Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan bahwa dugaan manipulasi (fraud) riset dalam konferensi internasional yang menyeret salah satu alumninya di tingkat magister, Prihantini, sepenuhnya merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu dan tidak terkait dengan aktivitas akademik institusi. Baca selengkapnya di sini

5.⁠ ⁠Bapanas pastikan harga beras SPHP tak naik meski fluktuasi kurs dolar

Badan Pangan Nasional memastikan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak mengalami kenaikan meski terjadi fluktuasi kurs dolar AS, guna menjaga keterjangkauan pangan dan stabilitas pasokan bagi masyarakat nasional.

"Implikasi menguatnya kurs dolar, pemerintah memastikan tidak berimbas pada harga beras program SPHP," kata Direktur SPHP Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono. Baca selengkapnya di sini

Pewarta: Tiara Hana Pratiwi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.