Jakarta (ANTARA) - Samsung Galaxy S27 Pro dikabarkan akan dibekali kamera telefoto ALoP dengan kemampuan zoom optik sekitar 3,5 kali serta sensor 50MP yang disebut mampu menghasilkan foto dengan kualitas lebih baik dibanding varian Galaxy S27 Ultra.
Dilansir dari Gizmochina pada Kamis (28/5) waktu setempat, kualitas gambar tersebut bisa dicapai karena Galaxy S27 Ultra dirumorkan akan menghilangkan kamera telefoto 3x terpisah dan lebih mengandalkan teknik potong atau crop dari kamera utama 200MP untuk zoom jarak menengah.
Sementara itu, Galaxy S27 Pro disebut tetap mempertahankan kamera zoom optik khusus yang dioptimalkan untuk penggunaan pada rentang pembesaran sekitar 2x hingga 5x, yang umum digunakan untuk foto potret, pemotretan dalam ruangan, maupun fotografi sehari-hari. Dengan begitu, foto yang dihasilkan Galaxy S27 Pro memiliki kualitas lebih baik dari varian Ultra pada rentang zoom yang paling sering digunakan pengguna.
Baca juga: Samsung investasi Rp26 triliun bangun pabrik pengujian chip di Vietnam
Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra kemungkinan akan menggunakan sensor kamera utama 200MP yang sama, serta kamera ultrawide 50MP.
Perbedaan utama kedua model tersebut terletak pada sistem zoom, ukuran perangkat, dan fitur tambahan seperti dukungan stylus S Pen yang kemungkinan tetap eksklusif untuk model Ultra.
Galaxy S27 Pro akan hadir sebagai varian “mini Ultra” dengan desain lebih ringkas dan layar datar berukuran sekitar 6,4 hingga 6,5 inci namun memiliki spesifikasi mumpuni mirip varian tertingginya.
Hal tersebut dinilai sejalan dengan tren sejumlah produsen ponsel yang mulai lebih fokus pada penggunaan focal length kamera yang paling sering dipakai pengguna, dibanding sekadar menambah jumlah sensor kamera.
Baca juga: Samsung terpaksa naikkan harga imbas biaya RAM yang terus naik
Baca juga: Bocoran desain Samsung Galaxy S26 FE terungkap
Baca juga: Samsung sederhanakan penamaan lini ponsel lipat Galaxy Z Fold 8
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.