Jakarta (ANTARA) - Redmi dikabarkan tengah menyiapkan lini ponsel generasi terbaru Redmi K100 untuk pasar China setelah mengumumkan seri Redmi Note 17 yang akan debut bulan depan dan Redmi K90 Ultra yang meluncur dalam beberapa bulan mendatang.
Dilansir dari Gizmochina pada Kamis (28/5) waktu setempat, informasi terbaru dari pembocor teknologi Digital Chat Station di mengungkap sejumlah spesifikasi utama Redmi K100.
Menurut bocoran tersebut, Redmi K100 akan ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan sedang diuji menggunakan kamera telefoto 60mm yang kemungkinan memakai sensor Samsung JN5 50MP.
Kamera telefoto itu mendukung fotografi telemakro hingga jarak sekitar 10 sentimeter serta dilengkapi fitur optical image stabilisation (OIS). Sistem kameranya juga diperkirakan akan dibekali kamera ultrawide. Selain itu, Redmi K100 dirumorkan membawa kamera utama 200MP dengan sensor besar berukuran 1/1,56 inci.
Baca juga: Redmi 17 debut segera dengan baterai 7000 mAh
Ponsel flagship berukuran ringkas ini akan hadir dengan layar 6,59 inci beresolusi tinggi yang kemungkinan mencapai 1,5K dan mendukung refresh rate tinggi.
Redmi K100 juga dirumorkan membawa baterai besar berkapasitas 8.000mAh dengan dukungan pengisian daya cepat menggunakan kabel 100W serta pengisian daya nirkabel.
Sejumlah spesifikasi lain yang turut disebut meliputi sensor sidik jari ultrasonik di dalam layar, speaker stereo simetris, serta sertifikasi tahan debu dan air IP68/IP69.
Menurut Digital Chat Station, hadirnya kamera telefoto dapat menjadi keunggulan Redmi K100 dibanding sejumlah ponsel pesaing yang kemungkinan tidak menghadirkan fitur serupa.
Seri Redmi K100 diperkirakan akan diperkenalkan pada September tahun ini.
Baca juga: Redmi K90 Ultra muncul di sertifikasi China, bawa pengisian cepat 100W
Baca juga: Redmi Note 17 muncul di GSMA IMEI, jadwal rilis mungkin lebih cepat
Baca juga: Bocoran Redmi K100 Pro ungkap kapasitas baterai besar 9.000mAh
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.