Kegiatan ini bertujuan memastikan daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat dalam kondisi aman dan layak konsumsi

Kota Bandung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Jawa Barat, melakukan pemeriksaan terhadap daging kurban yang telah disembelih sebanyak 2.313 ekor hewan kurban di 288 titik pemotongan di Kota Bandung.

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan pemeriksaan masih terus dilakukan oleh tim gabungan hingga berakhirnya hari tasyrik pada Sabtu (30/5).

“Kegiatan ini bertujuan memastikan daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” kata Gin Gin di Bandung, Jumat.

Ia menjelaskan dari total hewan yang diperiksa, terdiri atas 1.065 ekor sapi dan 1.248 ekor domba serta kambing.

Menurut dia, tim pemeriksa hanya menemukan beberapa kasus tidak layak terhadap organ hewan kurban. Beberapa temuan di antaranya berupa cacing hati pada organ hati serta paru-paru yang mengalami kerusakan seperti bercak merah dan pengerasan jaringan.

“Apabila ditemukan kelainan maka organ tersebut harus dibuang atau diafkir karena tidak layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Bandung pastikan hewan kurban bebas PMK

Baca juga: DKPP Bandung distribusikan beras dan minyak goreng kepada 146.232 KPM

Gin Gin menilai hasil tersebut menunjukkan keberhasilan tim pemeriksa dalam mendeteksi serta memisahkan hewan sehat dan hewan yang tidak layak sebelum Idul Adha.

Ia menambahkan pemeriksaan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat.

“Walau mungkin ini dianggap bukan penyakit berbahaya tetapi hal kecil tersebut bisa menimbulkan musibah atau madhorot,” katanya.

Ia menyebut tim pemeriksa setelah penyembelihan (post mortem) berjumlah sekitar 200 orang yang terdiri atas dokter hewan dan paramedis dari berbagai lembaga seperti PDHI Jabar I, Universitas Padjadjaran, hingga pusat studi CAATIS Telkom University.

Sebelumnya, DKPP Kota Bandung telah memeriksa 17.984 ekor hewan kurban yang tersebar di 289 lokasi penjualan, 277 masjid, dan dua rumah potong hewan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 81,88 persen hewan dinyatakan sehat dan layak, sedangkan 18,12 persen dinyatakan tidak layak, mayoritas karena belum cukup umur.

Gin Gin memastikan tidak ditemukan penyakit zoonosis atau penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Baca juga: DKPP Bandung siapkan aplikasi E-Selamat, pastikan berkurban aman

Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung sembelih sapi kurban dari Presiden Prabowo

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.