Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara memastikan daging kurban yang dikonsumsi warga aman dan berkualitas baik.
Hal itu berdasarkan pengawasan di sejumlah lokasi pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
“Tim gabungan telah melakukan pengawasan di 325 titik Tempat Pemotongan Hewan Kurban (TPHK) yang tersebar di wilayah Jakarta Utara,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit di Jakarta, Jumat.
Dari lokasi tersebut, lanjut dia, petugas memeriksa 5.587 ekor hewan kurban yang terdiri atas 1.597 ekor sapi, 16 ekor kerbau, 3.531 ekor kambing, dan 443 ekor domba.
Namun, dari pemeriksaan tersebut ditemukan 70,9 kilogram organ dalam hewan kurban (post-mortem) dinyatakan tidak layak konsumsi. Sehingga, puluhan kilogram organ tersebut dimusnahkan karena terindikasi mengandung penyakit yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia seperti pneumonia atau radang paru-paru, serta temuan cacing hati dalam jumlah banyak.
"Total organ yang dimusnahkan terdiri atas 37,8 kilogram hati, 26,5 kilogram paru-paru, 1,8 kilogram jantung, 3,4 kilogram limpa, dan 1,4 kilogram ginjal," katanya.
Proses pemusnahan dilakukan langsung di lokasi TPHK dengan menerapkan prosedur yang ketat. Organ yang tidak layak konsumsi dimusnahkan dengan cara dikubur, dibakar atau disiram cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran kuman maupun parasit.
"Pemeriksaan post-mortem ini menjadi benteng terakhir untuk menjamin kualitas pangan. Kami harus memastikan tidak ada organ yang berpenyakit lolos dan dikonsumsi masyarakat," katanya.
Pengawasan itu melibatkan personel gabungan dari Dinas KPKP DKI Jakarta, Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB, serta Pramuka Saka Tarunabumi.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi daging yang mencurigakan," kata dia.
Sementara petugas pengawas dari SKHB IPB, Alifvia (23) menjelaskan pemeriksaan difokuskan pada organ vital, seperti hati, jantung, paru-paru, limpa, dan ginjal.
"Pengawasan ini tidak boleh terlewatkan. Jika organ yang sakit sampai dikonsumsi, dampaknya dapat sangat berbahaya bagi kesehatan manusia," katanya.
Baca juga: Sudin KPKP Jaktim pastikan daging kurban aman, 55,7 Kg organ afkir dipisahkan
Baca juga: Rano minta petugas pastikan hewan kurban sehat sebelum disembelih
Baca juga: KPKP Jakut periksa ribuan hewan kurban jelang Idul Adha
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.