Jakarta (ANTARA) - Federasi Futsal Indonesia (FFI) menargetkan dapat memiliki kompetisi futsal berjenjang mulai dari tingkat pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga klub profesional dalam pengembangan futsal di Indonesia.
"Kami ingin kompetisi futsal berjenjang dari mulai SMP, SMA, sampai akhirnya mereka (para atlet) memilih klub profesionalnya," kata Sekretaris Jenderal FFI Budi Setiawan saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Budi menyampaikan hal itu berkaitan dengan rencana besar FFI dalam mengembangkan olahraga futsal melalui pembenahan sistem kompetisi.
Baca juga: Timnas futsal Indonesia ingin hadapi skuad Eropa pada FIFA Matchday
Baca juga: Souto soroti tiga hal setelah cari bakat futsal ke berbagai daerah
Saat ini, FFI memiliki dua kompetisi futsal resmi yang bergulir secara rutin yaitu Pro Futsal League (PFL) dan PFL 2 untuk klub-klub futsal. Namun, belum ada kompetisi futsal di tingkat bawah atau dari kalangan pelajar.
Oleh sebab itu, Budi melanjutkan, selain berupaya memperbanyak tim-tim untuk berkompetisi di PFL, pihaknya juga menargetkan akan ada kompetisi berjenjang dari tingkat pelajar SMP.
"Dari semua kompetisi yang digelar berbagai pihak yang nantinya akan kami pilih atau kami ciptakan sendiri, kami ingin kompetisi berjenjang seperti yang ada dalam kompetisi bisbol (di negara-negara lain)," kata dia.
Dalam kompetisi bisbol, kata dia, pemain-pemain terbaik dari kompetisi di tingkat bawah langsung direkrut klub-klub dalam bursa transfer.
Pihaknya menginginkan agar sistem seperti itu diterapkan untuk olahraga futsal di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Pemain-pemain futsal yang menonjol dari kompetisi di tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi bisa masuk dalam ekosistem di klub-klub di PFL.
"Tentunya kami juga berharap jumlah klub-klub di PFL bisa lebih dari 12, tetapi tidak juga terlalu banyak untuk menjaga kompetisi level profesional harus sehat," tutur dia.
Terkait pembenahan kompetisi tersebut, pelatih tim nasional futsal Indonesia Hector Souto juga menekankan pentingnya membangun sistem kompetisi yang baik dan berkelanjutan.
Juru taktik asal Spanyol itu mencontohkan di Spanyol, anak-anak mulai bermain sejak usia empat hingga enam tahun dan mengikuti kompetisi sepanjang tahun.
Mereka tidak hanya bermain turnamen lalu menunggu satu bulan untuk turnamen berikutnya, tetapi bermain secara rutin setiap pekan.
Souto mengakui Indonesia memiliki potensi futsal yang sangat besar, apalagi sekitar 110 juta penduduk berusia di bawah 23 tahun. Kalau semakin banyak dari mereka bermain futsal, maka berpotensi menjadi salah satu olahraga paling populer di Indonesia.
"Potensi ini luar biasa. Jadi kenapa kita tidak mengembangkannya? Kita hanya perlu menemukan cara yang tepat untuk menerapkannya dengan dukungan pemerintah. Selain itu, federasi, akademi, juga harus bekerja mencari sponsor di daerah masing-masing karena itu akan sangat penting," tutur dia.
Baca juga: Hector Souto pantau talenta muda di Okezone National Championship
Baca juga: PSSI komunikasi dengan FIFA untuk bidding Piala Dunia Futsal
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.