Hilirisasi sawit tidak lagi dapat bertumpu pada ekspor bahan mentah semata, melainkan harus diarahkan pada pengembangan produk-produk inovatif berbasis teknologi dan riset

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan hilirisasi sawit diarahkan pada pengembangan produk-produk inovatif berbasis teknologi dan riset.

“Hilirisasi sawit tidak lagi dapat bertumpu pada ekspor bahan mentah semata, melainkan harus diarahkan pada pengembangan produk-produk inovatif berbasis teknologi dan riset,” katanya saat berjumpa dengan delegasi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dipimpin Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Profesor Sudrajat, dari keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, satu tanda sawit dapat menjadi berbagi produk bernilai tinggi, mulai dari lipstik alami, kapsul beta karoten, material komposit, sampai produk industri lainnya.

Sawit dinilai sebagai komoditas yang sangat eksotis jika diolah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, dirinya ingin pusat studi sawit di IPB dilanjutkan dan diperkuat, meskipun dimulai dari skala kecil, karena dampaknya akan sangat monumental.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi kunci agar pengembangan sawit dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Rachmat.

Baca juga: Bappenas-CSES kerja sama kembangkan industri kelapa sawit rendah emisi

Dalam kesempatan itu, dia menegaskan tentang pentingnya peran IPB dalam pengembangan industri sawit nasional berbasis riset, inovasi, dan hilirisasi bernilai tambah tinggi.

“Kami semua mendapat arahan langsung dari Presiden. Khusus sawit ini, paling tidak ada tiga institusi yang mendapat arahan, yaitu kementerian yang menangani lahan dan pendidikan tinggi, kemudian Agrinas (PT Agro Industri Nasional (Persero)), dan saya sebagai Kepala Bappenas, karena kami mendapat tugas untuk menangani hilirisasi sawit. Dari sinilah sebenarnya IPB harus berhubungan dan mengambil peran strategis,” ucap Menteri PPN.

Sementara itu, Prof. Sudrajat menerangkan bahwa IPB sedang menyiapkan sejumlah skema kerja sama dalam pengelolaan kebun sawit dan pengembangan ekosistem pendidikan berbasis industri sawit berkelanjutan.

“Salah satu opsi yang disiapkan adalah pengelolaan kebun secara profesional dengan melibatkan praktisi industri berpengalaman, sekaligus mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Sudrajat.

Baca juga: Kepala Bappenas: Industri sawit jadi contoh transformasi berkelanjutan

Baca juga: Kepala Bappenas: Tata kelola sawit harus diselesaikan bersama-sama

Baca juga: Bappenas sebut hilirisasi sawit dapat beri manfaat besar kepada petani

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.