Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memperluas layanan irigasi untuk mendukung pertanian di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dia mengatakan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam memastikan setiap tetes air dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Kementerian PU terus memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air guna mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), yang menjadi solusi penyediaan air bagi lahan pertanian tadah hujan, seperti Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dody mengarahkan agar pengembangan JIAT di Rote tidak hanya berfokus pada pembangunan sumur dan pompa air tanah, tetapi juga dilengkapi dengan jaringan saluran tersier sesuai dengan kondisi morfologi lahan sehingga mampu mengalirkan air secara lebih efektif hingga ke lahan pertanian.

Selain itu, dia juga mendorong pemanfaatan energi yang lebih efisien untuk operasional sistem irigasi air tanah, termasuk penggunaan panel surya pada lokasi-lokasi yang memungkinkan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya operasional pompa sekaligus meningkatkan keberlanjutan layanan irigasi di daerah-daerah terpencil.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.