BRIN bersama perguruan tinggi Indonesia dapat mengkaji Pola Pembangunan Semesta Berencana ini secara saintifik untuk melihat bagian-bagian yang masih relevan sebagai kompas pembangunan masa depan bangsa
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama perguruan tinggi mengkaji kembali Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana sebagai referensi pembangunan masa depan Indonesia.
Hal itu disampaikan Hasto saat berpidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin.
“BRIN bersama perguruan tinggi Indonesia dapat mengkaji Pola Pembangunan Semesta Berencana ini secara saintifik untuk melihat bagian-bagian yang masih relevan sebagai kompas pembangunan masa depan bangsa,” kata Hasto.
Baca juga: Hasto: Kekayaan alam Indonesia untuk kemakmuran rakyat
Menurut dia, visi geopolitik Presiden pertama RI, Soekarno, menempatkan Indonesia sebagai kekuatan penting di Samudra Hindia dan kawasan Pasifik. Visi tersebut dituangkan dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang disusun oleh lebih dari 600 doktor dari berbagai disiplin ilmu.
Hasto menjelaskan pola pembangunan tersebut menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat keunggulan ilmu pengetahuan atau City of Intellect untuk mendukung pembangunan nasional.
Ia mencontohkan Universitas Gadjah Mada (UGM) diarahkan menjadi pusat pengembangan ilmu terkait Pancasila, demokrasi, pemerintahan, dan kebudayaan. Sementara Institut Pertanian Bogor (IPB) diproyeksikan menjadi pusat pengembangan kedaulatan pangan nasional.
Baca juga: Hadapi kontestasi 2029, PDI Perjuangan bentuk tim kaji UU Pemilu
Selain itu, Hasto menyoroti pentingnya dukungan terhadap inovasi yang lahir dari masyarakat. Ia menilai inovasi tidak boleh terhambat oleh kebijakan yang berpotensi mengurangi ruang kreativitas warga.
“Dalam rapat DPP yang lalu, Ibu Mega menyampaikan kekhawatirannya ketika masyarakat berinovasi dalam pengembangan benih, tetapi justru berhadapan dengan proses hukum. Hal itu tidak mendukung iklim inovasi,” ujarnya.
Menurut Hasto, seluruh koridor strategis dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta dan Berencana menempatkan perguruan tinggi pada peran yang sangat sentral. "Ini dari Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Hasto.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut dipimpin Hasto sebagai inspektur upacara. Kegiatan itu turut dihadiri Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama, Tri Rismaharini, Yasonna Laoly, serta sejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan lainnya. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengikuti kegiatan secara daring.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.