Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE (Buddhist Era) tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya, pariwisata spiritual, serta diplomasi keberagaman Indonesia.

"Dharmasanti Waisak Nasional menjadi momentum yang menyatukan nilai kedamaian, budaya, dan kreativitas masyarakat. Perayaan ini tidak hanya menjadi ruang spiritual dan diplomasi budaya Indonesia, tetapi, juga panggung bagi karya kreatif generasi bangsa yang melibatkan komunitas seni maupun budaya serta kolaborasi para pegiat ekraf," kata Riefky dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Kehadiran Kementerian Ekraf dalam peringatan merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan kegiatan nasional berbasis nilai budaya dan keagamaan yang mampu memberi dampak ekonomi sekaligus menguatkan citra Indonesia di mata dunia.

Baca juga: Kemenbud tegaskan komitmen merawat Borobudur sebagai warisan budaya

Menteri Ekraf Riefky menambahkan bahwa perayaan Waisak bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai kedamaian, toleransi, dan persatuan sekaligus menghadirkan budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa.

"Waisak mengajarkan nilai welas asih dan menumbuhkan kebijaksanaan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia yang penuh harmoni. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Walubi yang telah menunjukkan bagaimana tradisi dan spiritualitas dapat menjadi sumber inspirasi, inovasi, serta nilai ekonomi yang bersanding dengan harmoni di tengah masyarakat," tutur Menteri Ekraf.

Perayaan Dharmasanti Waisak Nasional 2026 mengangkat tema "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan" serta subtema "Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia".

Puncak acara menyuguhkan aneka pertunjukan seperti tarian-tarian tradisional, penampilan paduan suara Walubi Jawa Tengah, serta pelepasan lentera (lampion) perdamaian yang merefleksikan Indonesia sebagai negara yang rukun dan bermartabat.

Kegiatan tersebut turut menekankan posisi Candi Borobudur sebagai simbol peradaban dan diplomasi budaya Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi dan perdamaian dunia.

Baca juga: Hari Waisak, Wapres Gibran ajak umat Buddha jadi pelopor perdamaian

Kehadiran Kementerian Ekraf juga menjadi tindak lanjut dari kolaborasi bersama Wadah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) yang terus berkembang sejak Hari Waisak Nasional 2569 BE mulai dari pengembangan area pameran seni hingga penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Sinergi tersebut diharapkan menjadikan Waisak sebagai inspirasi dalam membangun masyarakat yang inklusif, kreatif, dan berkeadaban.

Perayaan Waisak Nasional 2570 BE tersebut turut dihadiri Wamen Ekraf Irene Umar, tokoh lintas bangsa, serta ratusan ribu umat Buddha dari berbagai daerah.

Baca juga: Warisan budaya bisa diangkat dengan sentuhan kreativitas

Baca juga: Menteri Ekraf: Akar budaya jadi fondasi ekonomi kreatif Indonesia

Baca juga: Kemenekraf dukung kolaborasi sektor retail hidupkan warisan budaya

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.