Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu menyatakan progres pembangunan kubus masif di sisi selatan Pulau Payung, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang bertujuan mencegah abrasi saat ini telah mencapai 80 persen.

“Pemasangan kubus masif merupakan bagian dari pembangunan tanggul untuk mencegah dampak pengikisan daratan atau abrasi akibat gelombang laut,” kata Kepala Seksi Pantai Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu Wahyu Maulana di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan pengerjaan dilakukan sepanjang 65 meter dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Petugas menggunakan metode penyusunan pola 4-3-2 agar tanggul lebih kokoh menahan gempuran ombak.

Menurut Wahyu, pengerjaan dilakukan secara manual dengan mengerahkan 14 personel pasukan biru.

Untuk memudahkan mobilisasi material di perairan, pihaknya menyiagakan dua kapal rakitan untuk proses pelangsiran.

"Pengerjaan sudah dimulai sejak awal Maret lalu. Saat ini progresnya sudah 80 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juni mendatang," kata dia.

Ia mengakui proses pembangunan di lapangan kerap terkendala faktor alam. Kondisi cuaca yang tidak menentu di perairan Kepulauan Seribu menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas.

Menurut dia, pekerjaan sering terkendala angin kencang atau ombak tinggi. Kondisi ini menyebabkan petugas kesulitan saat melangsir material dan memasang kubus masif di lokasi.

Wahyu berharap pembangunan tanggul pengaman pantai ini dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh lingkungan sekitar.

"Semoga penyusunan kubus ini selesai sesuai target, sehingga pengikisan di pantai selatan Pulau Payung bisa dicegah dan daratan pulau tetap terjaga dengan baik," harapannya.

Sementara itu, warga Pulau Payung, Mursalim (60) mengatakan usulan warga terkait pembangunan tanggul pantai di wilayahnya sudah hampir rampung

Ia berharap keberadaan tanggul tersebut dapat melindungi Pulau Payung dari ancaman abrasi serta mencegah pengikisan pantai yang berpotensi mengganggu lingkungan dan permukiman warga.

“Semoga dengan adanya tanggul, kawasan pantai menjadi lebih aman dari ancaman abrasi dan warga juga merasa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata dia.

Baca juga: Cegah abrasi, Pemkab bangun tanggul pengaman di Pulau Panggang

Baca juga: Pantai di Jembatan Cinta Pulau Tidung direstorasi

Baca juga: Cegah abrasi, dibangun tanggul pengaman pantai di Pulau Tidung

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.