Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan merampungkan perbaikan saluran yang menyebabkan amblasnya Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, dalam waktu tiga hari agar lalu lintas di ruas jalan tersebut kembali normal.
"Kami bersyukur dan berterima kasih khususnya kepada teman-teman dari Dishub, kecamatan, lurah, juga dari SDA dan pihak pelaksana bahwa pekerjaan ini kami selesaikan dalam 3x24 jam," kata Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Drainase Sudin SDA Jakarta Selatan, Horas Yosua kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Horas mengatakan keberhasilan penyelesaian pekerjaan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Dinas Perhubungan, kecamatan, kelurahan, hingga pihak pelaksana proyek.
Menurut dia, amblasnya jalan dipicu oleh kondisi saluran lama di bawah badan jalan yang sudah keropos.
Kerusakan tersebut menjadi perhatian utama dalam proses perbaikan agar tidak kembali menimbulkan masalah serupa.
Ia menjelaskan selama proses perbaikan, sebagian lajur jalan harus ditutup sehingga kapasitas jalan berkurang dan memicu kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
"Saat ini kami buka supaya mengembalikan rasio kendaraan dan jalan yang ada kembali normal. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa melintas dengan normal," ujarnya.
Terkait mundurnya jadwal pembukaan jalan yang semula direncanakan pada pukul 05.00 WIB menjadi pukul 08.00 WIB, Horas mengatakan pihaknya harus memastikan beton yang digunakan telah mencapai kekuatan minimum yang aman untuk dilalui kendaraan.
Menurut dia, beton membutuhkan waktu sekitar delapan jam untuk mengalami proses reaksi kimia sehingga memiliki kekuatan yang cukup sebelum jalan dibuka kembali.
"Kami menunggu cor tersebut kering karena ada reaksi kimia di dalam beton sehingga mencapai kekuatan tertentu. Dengan delapan jam itu kami lebih yakin membuka jalan dengan kondisi yang lebih bagus," katanya.
Horas menambahkan secara fungsional pekerjaan perbaikan telah selesai dan jalan sudah dapat digunakan masyarakat.
Meski demikian, proses pematangan beton masih akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Ia menjelaskan beton pada umumnya mencapai kekuatan optimal setelah 28 hari. Namun, dalam pekerjaan tersebut digunakan bahan aditif khusus yang mempercepat proses pengerasan sehingga jalan dapat lebih cepat digunakan kembali tanpa mengurangi faktor keselamatan.
Dengan selesainya pekerjaan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung yang sebelumnya mengalami kepadatan akibat penutupan sebagian lajur diharapkan kembali lancar.
Baca juga: Perbaikan saluran amblas di Lenteng Agung telan anggaran Rp380 juta
Baca juga: Legislator: Pola tambal sulam dalam perbaikan jalan habiskan anggaran
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.