Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.

"Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan panduan moral dan arah pembangunan bangsa, termasuk dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif," kata Menekraf Riefky dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dia menekankan semangat gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap keragaman budaya menjadi fondasi penting bagi para pelaku kreatif untuk terus berinovasi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Menekraf nilai Waisak momentum perkuat ekosistem ekraf berbasis budaya

Saat ini, ekonomi kreatif merupakan pilar strategis dalam penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan ekspor nonmigas dan investasi. Oleh karena itu, momentum Hari Lahir Pancasila dinilai relevan untuk memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai sektor yang tumbuh dari kekayaan budaya dan tradisi Nusantara.

"Dengan semangat Pancasila, mari kita bangun ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang mencerminkan jati diri bangsa,” tambah Menteri Ekraf Riefky.

Ekonomi kreatif juga dinilai memiliki peran penting dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Selain membuka kesempatan usaha yang lebih merata bagi masyarakat, berbagai subsektor ekonomi kreatif seperti kriya, kuliner, fesyen, dan seni pertunjukan juga menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus penguat persatuan dalam keberagaman Indonesia.

Menekraf Teuku Riefky Harsya, menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin Presiden RI, Prabowo Subianto di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jakarta, Senin (1/6). Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa Pancasila merupakan konsensus nasional yang lahir dari sejarah dan budaya untuk mempersatukan keberagaman bangsa.

Presiden juga menekankan komitmen pemerintah dalam mentransformasi ekonomi nasional agar berlandaskan nilai-nilai Pancasila, dengan memastikan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang adil dan berpihak pada kesejahteraan. Menurut Presiden, Ekonomi Pancasila tidak hanya mengenai statistik, melainkan tentang kemanusiaan, kemandirian, dan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Menekraf nilai Java Jazz jadi ruang musisi dan pelaku ekraf berkembang

Baca juga: Kemenekraf petakan dukungan infrastruktur untuk aktivitas pelaku ekraf

Baca juga: Infrastruktur digital dukung ekraf daerah bersaing secara nasional

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.