Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat telah memeriksa sebanyak lima orang saksi terkait peristiwa kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6) malam.
"Sampai saat ini, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, saksi yang diperiksa bukan warga yang menjadi korban kebakaran, karena mereka masih syok atas musibah yang menghanguskan lebih dari 300 rumah semi permanen di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, itu.
Reynold menyebutkan dari keterangan saksi sementara, ada yang menyatakan penyebab kebakaran dari kompor, namun keterangan tersebut masih didalami.
"Kami masih meminta keterangan saksi yang dari pihak luar, dengan alasan beberapa saksi lainnya yang menjadi potensi untuk kita mintai keterangan itu masih syok," ujar Reynold.
Sebelumnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat mencatat sebanyak 620 jiwa dari 330 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal mereka akibat insiden kebakaran yang terjadi di Kemayoran pada Senin (1/6) malam itu.
"Terdapat kurang lebih 620 jiwa yang kehilangan tempat tinggal," kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin.
Dia pun merinci jumlah korban kebakaran yang berada di RT 12 sampai RT 16, RW 4, sebanyak 500 jiwa, kemudian di RT 01-03, RW 5, Kelurahan Kebon Kosong terdapat 120 jiwa.
Baca juga: Gulkarmat: 620 jiwa kehilangan tempat tinggal usai kebakaran Kemayoran
Baca juga: PMI Jakpus bantu tangani korban kebakaran Kemayoran
Baca juga: 200 personel polisi bantu evakuasi korban kebakaran Kemayoran
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.