Jakarta (ANTARA) - Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menyampaikan bahwa status baru negaranya sebagai anggota penuh ASEAN telah membawa manfaat dalam waktu singkat, antara lain dalam bentuk percepatan pembangunan infrastruktur dan investasi.

“Pembangunan infrastruktur yang kami perlukan lebih banyak, seperti hotel dan gedung pertemuan, telah meningkat. Ada pula proyek pelebaran jalan dan peremajaan perkotaan,” kata Ramos-Horta merespons pertanyaan soal dampak keanggotaan ASEAN bagi Timor Leste, Selasa.

Ditemui seusai menjadi pembicara dalam acara “Leadership Lecture” oleh lembaga Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di Jakarta, ia menyampaikan bahwa peningkatan tersebut semakin didorong dengan kesiapan Timor Leste menjadi pemegang keketuaan bergilir ASEAN pada 2029.

Namun, percepatan pembangunan tersebut tak hanya ditujukan untuk mempersiapkan Timor Leste menjadi tuan rumah KTT ASEAN mendatang, tapi juga demi meningkatkan fasilitas umum bagi masyarakat, kata dia.

Bergabungnya Timor Leste ke ASEAN, ujar Ramos-Horta, juga mendorong kemajuan ekonomi nasional serta investasi yang mampu memacu kualitas hidup masyarakat dalam waktu singkat.

Ia optimistis bahwa dengan kesiapan Timor Leste menjadi pemegang keketuaan bergilir ASEAN, semakin banyak investor akan menanam modal di negaranya.

“Timor Leste jadi ‘dipaksa’ untuk memacu pembangunan di berbagai bidang,” kata dia, menambahkan.

Ramos-Horta juga mengaku bahwa Timor Leste masih perlu melakukan penyesuaian dan adaptasi perundang-undangan negaranya agar selaras dengan traktat dan prinsip ASEAN. Proses tersebut ditargetkan selesai sebelum 2029, kata dia.

Adapun terkait hal-hal yang ingin dijadikan fokus Timor Leste sebagai anggota ASEAN, Presiden Timor Leste itu mengatakan bahwa pihaknya ingin mendorong upaya pencegahan konflik baik pada tingkat kawasan maupun tingkat negara-negara anggotanya.

Terlebih, beragamnya suku bangsa, agama, serta disparitas ekonomi antar-masyarakat di negara-negara Asia Tenggara seringkali merupakan “resep” yang dapat memicu konflik dan ketidakstabilan nasional, kata dia.

Dalam konferensi pers pasca-KTT ke-48 ASEAN di Jakarta pada 11 Mei lalu, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyatakan bahwa Timor Leste telah mengungkapkan kesiapan untuk memegang keketuaan bergilir ASEAN pada tahun 2029.

Timor Leste diketahui juga telah mendirikan Dewan Nasional Penyelenggaraan Keketuaan ASEAN (ACNOC), dengan rapat perdana badan persiapan tersebut dilakukan pada Februari 2026.

Baca juga: Jose Ramos-Horta tegaskan Timor Leste siap pimpin ASEAN tahun 2029

Baca juga: Jose Ramos-Horta puji persatuan RI, apresiasi peran NU-Muhammadiyah

Baca juga: Jose Ramos-Horta usul SBY dilibatkan dalam dialog konflik Myanmar

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.