Moskow (ANTARA) - Pemerintahan baru Denmark pada Selasa berjanji untuk terus meningkatkan kehadiran militernya di wilayah Arktik dan membentuk angkatan bersenjata melalui program pemerintah.
"Pengembangan kekuatan militer yang diperlukan di Arktik terus berlanjut dalam kerja sama erat di dalam Kerajaan [Denmark] dan dengan sekutu kami," demikian bunyi program tersebut.
Sebelumnya, media Denmark DR melaporkan bahwa pembicaraan terpanjang dalam sejarah mengenai pembentukan pemerintahan baru Denmark telah berakhir.
Pembicaraan tersebut membahas komitmen pemerintah untuk menggunakan 5 persen PDB 2030 pada pertahanan dan kesiapan sipil, sementara 3,5 persen dialokasikan langsung untuk pertahanan.
Pemerintah juga berupaya memperkuat kemampuan militer nasional dan NATO, sistem anti-drone, serta pertahanan udara dan rudal, serta mendesak peningkatan jumlah orang yang wajib menjalani dinas militer, pasukan cadangan, termasuk untuk mobilisasi di masa perang.
Selain itu, pemerintah juga bertujuan mempercepat kerja sama pertahanan di dalam Uni Eropa untuk mencapai kesiapan militer blok tersebut pada 2030.
Dokumen tersebut juga menekankan penguatan fondasi angkatan bersenjata, khususnya di bidang logistik.
Pemerintah Denmark disebut juga akan mendukung Ukraina dalam perjalanannya menuju keanggotaan Uni Eropa… mempertahankan dukungan yang kuat untuk Ukraina, termasuk memberikan dukungan militer.
Program ini juga berupaya memperkenalkan reaktor modular kecil pada 2040-an, terlepas dari larangan penggunaan energi nuklir yang telah lama berlaku dalam sistem energi Denmark sejak tahun 1985.
Denmark akan menggunakan energi nuklir jika jenis energi ini aman, layak secara ekonomi, kompetitif, terstandarisasi, dan dapat diskalakan, demikian bunyi dokumen tersebut.
Sebelumnya, stasiun penyiaran DR melaporkan bahwa pada awal 2026 Kopenhagen meluncurkan sebuah studi untuk mengidentifikasi peluang dan risiko yang terkait dengan penggunaan energi nuklir jika larangan tersebut dicabut.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Denmark, Greenland, dan AS, gelar pertemuan rahasia di Washington
Baca juga: Rakyat Greenland tolak pembukaan konsulat AS
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.