Jakarta (ANTARA) - Pengembangan inovasi vaksin dari perusahaan biofarmasi Indonesia mendorong kemandirian kesehatan nasional dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Director of Vaccine and Anti Infectious Business Unit Etana Indra Lamora mengatakan, Etana terus berkomitmen berkontribusi dalam meningkatkan cakupan imunisasi masyarakat Indonesia dengan menghadirkan inovasi vaksin yang berkualitas dan relevan.

“Melalui pengembangan vaksin HPV, produksi lokal PCV-13, serta kehadiran vaksin meningitis yang kini telah resmi kami luncurkan, kami ingin berkontribusi nyata dalam meningkatkan cakupan imunisasi dan kualitas hidup masyarakat,” kata Indra dalam keterangan pers yang diterima, Rabu.

Baca juga: Etana dukung penguatan pengobatan onkologi untuk pasien kanker

Pengembangan vaksin dilakukan oleh Etana khususnya untuk vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebagai solusi strategis untuk pencegahan kanker serviks, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian perempuan di Indonesia.

Selain itu, vaksin PCV-13 juga telah dibuat di dalam negeri untuk pencegahan pneumonia pada anak yang telah menjadi bagian dari program imunisasi nasional pemerintah Indonesia.

Inovasi ini sebagai langkah konkret menekan angka kesakitan dan kematian akibat pneumonia pada anak. Saat ini, Etana telah memperluas portofolio vaksinnya dengan menghadirkan vaksin meningitis untuk mendukung kebutuhan imunisasi masyarakat luas, termasuk kelompok berisiko serta mendukung kelancaran ibadah bagi jemaah haji maupun umrah.

Baca juga: Etana raih izin edar untuk produk onkologi kanker payudara dari BPOM

Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan paling efektif dalam mencegah penyakit menular. Keberhasilan program imunisasi membutuhkan sinergi lintas sektor dengan pemerintah, tenaga kesehatan, institusi riset, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi dan pemanfaatan vaksin berjalan optimal.​​​​​​​

Etana juga terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi sekaligus mendukung kemandirian vaksin nasional dengan produk yang memenuhi standar sertifikasi Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Selain itu inovasi juga perlu memiliki standar global terkait kualitas, keamanan, dan efikasi produk, untuk memastikan inovasi yang dihasilkan tidak hanya memenuhi regulasi nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.

Baca juga: Etana dan CanSino resmikan uji klinik fase 1 vaksin inhalasi TBC

Baca juga: Etana-UGM perkuat ekosistem bioteknologi kesehatan di IBS 2025

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.