Banyak negara memiliki sumber daya melimpah dan pangsa produksi besar, tetapi tetap tidak menjadi pihak yang menentukan nilai ekonomi komoditasnya

Jakarta (ANTARA) - Dalam waktu kurang dari satu dekade, Indonesia mengubah nikel dari komoditas ekspor menjadi salah satu pilar industri strategis dunia.

Dari Sulawesi hingga Maluku Utara, komoditas yang dahulu lebih banyak meninggalkan pelabuhan sebagai bahan mentah kini menjadi penopang industri pengolahan yang memasok kebutuhan transisi energi global.

Perubahan tersebut bukan sekadar tercermin dari meningkatnya produksi atau derasnya investasi. Yang ikut bergeser adalah posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Jika sebelumnya Indonesia lebih sering mengikuti dinamika pasar, kini berbagai keputusan yang diambil di Jakarta mulai diperhitungkan oleh pelaku industri, investor, hingga pemerintah di berbagai belahan dunia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat sekitar 65 persen pasokan nikel dunia berasal dari Indonesia. Angka itu menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemilik cadangan besar, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam industri yang menopang perkembangan baterai dan kendaraan listrik.

Perubahan tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Kebijakan hilirisasi yang membatasi ekspor bahan mentah dan mendorong pembangunan industri pengolahan di dalam negeri telah mengubah struktur ekonomi nikel nasional dalam waktu relatif singkat.

Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai pemasok bahan baku kini menjelma menjadi pusat produksi nikel terbesar di dunia.

Namun, keberhasilan membangun kapasitas industri ternyata hanya satu bagian dari perjalanan. Tantangan berikutnya jauh lebih kompleks, yakni memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga ikut menentukan nilai ekonomi yang tercipta dari rantai industri tersebut.

Baca juga: Memacu ekonomi lewat pemanfaatan emas dan nikel

Kuasa pasar

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.