Saya pernah cerita dulu ada musuh dalam selimut, yaitu pihak yang tidak suka kalau birokrasi di Indonesia kuat. Padahal kamu dilatih supaya birokrasi menjadi kuat dan menjadi teladan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan anggota Komponen Cadangan (Komcad) dari unsur aparatur sipil negara (ASN) untuk mewaspadai berbagai pengaruh yang dapat melemahkan sistem birokrasi pemerintahan Indonesia.

"Saya pernah cerita dulu ada musuh dalam selimut, yaitu pihak yang tidak suka kalau birokrasi di Indonesia kuat. Padahal kamu dilatih supaya birokrasi menjadi kuat dan menjadi teladan," kata Sjafrie saat memberikan pembekalan kepada 1.773 ASN yang akan dilantik menjadi Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu.

Sjafrie mengatakan ASN Komcad memiliki tanggung jawab untuk memperkuat birokrasi dan menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan Komcad.

Menurut dia, terdapat pihak-pihak yang tidak menginginkan birokrasi Indonesia berkembang dan semakin kuat, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri.

"Orang-orang di luar tidak ingin birokrasi di Indonesia kuat. Bahkan juga ada orang-orang di dalam Indonesia yang kita sebut sebagai deep state," katanya.

Baca juga: Menhan minta ASN Komcad jadi teladan di instansi masing-masing

Namun, Sjafrie tidak menjelaskan lebih lanjut pihak yang dimaksud dalam pernyataannya tersebut.

Ia menegaskan ASN Komcad perlu memperkuat kapasitas diri, nasionalisme, dan patriotisme sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Menurut dia, nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan Komcad harus menjadi landasan dalam menjaga integritas dan profesionalisme di lingkungan kerja.

Dengan mengedepankan nasionalisme dan profesionalisme, ASN Komcad diharapkan mampu memberikan kinerja terbaik untuk kepentingan masyarakat sekaligus memperkuat sistem birokrasi pemerintahan.

"Satu hal yang harus kau perhatikan adalah kewaspadaan. Jangan sampai kamu kena pengaruh ideologi karena ideologi kita sudah jelas Pancasila. Politik kita sudah jelas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," kata Sjafrie.

Baca juga: Menhan minta anggota Komcad ASN beri pelayanan terbaik untuk rakyat

Sebanyak 1.773 ASN yang mengikuti pendidikan Komcad tersebut berasal dari berbagai instansi pemerintah di Jakarta.

Sebelumnya, mereka dilepas oleh Kepala Badan Cadangan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4).

Para peserta menjalani pelatihan dasar kemiliteran (latsarmil) selama satu setengah bulan di sejumlah fasilitas milik TNI, antara lain Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Skadron Pendidikan (Skadik) 301, Pusat Bahasa TNI Angkatan Udara (Pusbahasa AU), Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya, dan Pasukan Marinir (Pasmar) 1 Cilandak.

Kementerian Pertahanan berencana membuka pelatihan Komcad bagi ASN gelombang kedua setelah pelaksanaan gelombang pertama selesai.

Pada gelombang kedua tersebut, kuota peserta yang disiapkan mencapai 2.000 orang.

Baca juga: Kemarin, Gerindra sidang anggota hingga target RUU Ketenagakerjaan

Baca juga: ASN Komcad jalani latihan simulasi tempur

Baca juga: Wamenhan apresiasi Sulsel jadi pionir Komcad ASN

Baca juga: Menhan beri motivasi ASN yang ikuti pendidikan komcad

Pewarta: Walda Marison
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.