Jakarta (ANTARA) - Lagu-lagu grup MALIQ & D’Essentials akan ditampilkan dalam pertunjukan musikal bertajuk "Senja Teduh Pelita" yang dijadwalkan berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada 3 sampai 5 Juli serta 7 sampai 12 Juli 2026.

Personel grup musik itu menyebut Jakarta Movin dan Indonesia Kaya, pemrakarsa pertunjukan musikal "Senja Teduh Pelita", sebagai mitra tepat yang mampu menampilkan makna lagu-lagu mereka.

"Menurut kami mereka itu partner yang paling tepat," kata vokalis MALIQ & D’Essentials, Angga Puradiredja, saat ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.

"Karena, kalau partner yang enggak tepat, mungkin hanya memilih, 'Oh lagu paling hits stream-nya apa? Tapi, Jakarta Movin bisa melihat hal-hal yang berkedalaman terhadap karakteristik MALIQ & D’Essentials," katanya.

Sebanyak 20 lagu dari total sembilan album MALIQ & D’Essentials akan ditampilkan dengan narasi penuh makna dalam pertunjukan musikal yang disajikan untuk seluruh anggota keluarga.

"Dari semua album, dari semua album dicampur. Total lagu kami mungkin seratusan, tapi setelah melewati kurasi sekarang menjadi 20," kata Angga.

"Karena, yang buat teater ini juga ingin ini ditonton untuk keluarga, jadi orang tuanya bisa tahu lagunya, yang punya anak di bawah 10 tahun, tahu, kelahiran 2025 juga harusnya tahu semua lagunya," ia menambahkan.

Angga mengatakan bahwa pertunjukan musikal "Senja Teduh Pelita" bukan hanya untuk ditonton, tapi juga untuk dirasakan.

Baca juga: MALIQ & D'Essentials ajak publik berdonasi dalam konser amal

Lagu MALIQ & D’Essentials yang akan ditampilkan dalam pertunjukan musikal di antaranya "Senja Teduh Pelita", "Sayap", dan "Senandung Senandika."

"Itu lagu-lagu yang sebenarnya kami penasaran banget akan bagaimana ya cara mempresentasikan lagu ini dengan baik dan benar, dan mudah dipahami oleh masyarakat?" kata Angga.

"Karena, waktu kami bikin itu memang ada banyak momen di hidup kami. Saat bikin lagu, enggak mikir terlalu panjang akan bagaimana cara membawakan itu ya. Apakah orang akan relate atau enggak. Tapi, momentum itu lebih penting bagi kami saat itu," ia menjelaskan.​​​​​​​

Widi Puradiredja selaku penabuh drum MALIQ & D’Essentials menyampaikan alasan penggunaan judul lagu "Senja Teduh Pelita" yang dirilis tahun 2019 sebagai judul pertunjukan musikal.

"Lagu 'Senja Teduh Pelita' ini dipilih jadi judul pertunjukan musikal karena lagunya ketemu di tengah-tengah generasi, ketemu dengan feel awal-awal MALIQ yang banyak bilang beda versi dengan MALIQ yang 2013," katanya.

"Waktu itu, ini datang dengan album musik pop yang arahnya agak berbeda, tapi, menurut kami, 'Senja Teduh Pelita' ini mewakili semua," ia menambahkan.

Baca juga: MALIQ & D’Essentials rilis lagu penuh makna, "Jalan, Pulang"

MALIQ & D’Essentials saat ini beranggotakan vokalis Angga Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana, gitaris Arya 'Lale' Aditya Ramadhya, bassist Dendy 'Javafinger/Jawa' Sukarno, kibordis Ilman Ibrahim Isa', dan penabuh drum Widi Puradiredja.

Pertunjukan "Senja Teduh Pelita" pada 3 sampai 5 Juli 2026 akan dilaksanakan dua sesi setiap hari, yakni pada pukul 14.00 WIB dan 19.30 WIB.​​​​​​​

Alf Elijah Beloved Sigarlaki dan Daria Lakshmi menjadi pemeran tokoh Arah versi anak laki-laki dan anak perempuan dalam pertunjukan musikal tersebut.

Produser dan sutradara pertunjukan Nuya Susantono menyampaikan bahwa "Senja Teduh Pelita" akan menyajikan narasi tentang masa depan bumi dan perjuangan sekelompok anak untuk menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Nuya menyebut pemeran pertunjukan musikal tersebut sebagai talenta-talenta yang memang sudah teruji kemampuannya.

"Jadi, aku punya harapan yang besar, karena mereka memang sudah pernah main musikal sebelumnya, di musikal 'Petualangan Sherina'," katanya.

Baca juga: Pertunjukan musikal "Mar" digelar kembali dengan sentuhan baru

Baca juga: Cerita rakyat Lutung Kasarung ditampilkan dalam pertunjukan musikal

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.