Pemkab OKU Timur menyiapkan sebanyak 11 unit bus untuk mengangkut jamaah pulang ke daerah asalnya.

Martapura (ANTARA) - Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) OKU Timur, Sumatera Selatan Muhammad Husni menyebutkan bahwa seluruh selamat.jamaah haji asal daerah setempat telah kembali ke daerah asal dalam keadaan sehat dan

"Alhamdulillah sebanyak 437 jamaah haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci kini telah kembali berkumpul bersama keluarga," kata Kepala Kemenhaj OKU Timur Muhammad Husni di Martapura, Sumsel, Rabu.Dia mengatakan, rombongan jamaah haji Kloter 1 tersebut berangkat dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah dan tiba di Embarkasi Palembang pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB.

Kemudian, pada pukul 08.00 WIB para jamaah diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang di Asrama Haji Palembang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten OKU Timur.

Dalam menyambut kedatangan para jamaah, kata dia, Pemkab OKU Timur menyiapkan sebanyak 11 unit bus untuk mengangkut jamaah pulang ke daerah asalnya.

"Sekitar pukul 16.15 seluruh jamaah tiba di Kabupaten OKU Timur dalam keadaan sehat walafiat," tegasnya.

Suasana penuh rasa syukur terlihat saat para jamaah turun dari bus dan bertemu kembali dengan keluarga yang telah lama menantikan kepulangan mereka.

Sementara, Wakil Bupati OKU Timur Adi Nugraha Purna Yudha menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan selamat.

Ia berharap pengalaman selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat serta mendorong semangat untuk mempersiapkan diri menunaikan rukun Islam kelima.

"Semoga seluruh jamaah haji yang baru tiba dapat membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitar serta menyandang predikat haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh," ujarnya.

Baca juga: Wamenhaj: Pengetatan istitha'ah tekan angka kematian jamaah haji

Baca juga: Kemenkes: Kolaborasi di Soetta tekan angka kesakitan jamaah haji

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.