Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis mata lulusan Universitas Padjadjaran dr. Tri Wahyu, Sp.M, mengatakan kompres hangat maupun dingin dapat menjadi terapi pendukung untuk meredakan keluhan pada mata, misalnya mata kering atau trauma di kelopak mata.

Tri, dalam diskusi mengenai kelopak mata di Jakarta, Rabu, menjelaskan kompres hangat dapat meredakan gejala mata kering, yang biasanya terjadi karena terlalu lama menatap layar gawai.

"Untuk teman-teman yang mungkin sering mengalami mata kering karena lama di depan monitor, lama di ruang ber-AC, sering terkena debu, angin, asap ini (kompres hangat) sangat membantu meredakan," kata Tri.

Baca juga: Dokter: Kompres mata kering dengan handuk hangat bukan dingin

Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Puri Indah itu mengatakan kompres hangat dapat digunakan untuk terapi pendukung pada mata kering atau infeksi yang meradang. Kompres hangat juga bermanfaat untuk meredakan mata yang lelah seharian menatap komputer dan mata berair.

Tri menjelaskan kompres hangat bertujuan untuk membantu penyembuhan dan meredakan gejala lebih cepat serta membantu membuka saluran minyak yang ada di kelopak mata sehingga cairan yang terperangkap dan membuat mata bengkak seperti bintitan bisa keluar.

Sementara untuk kompres dingin, ia bisa digunakan untuk meredakan memar atau kelopak mata bengkak, misalnya karena terkena benda tumpul.

"Kompres dingin supaya bengkakn lebih cepat reda, pembuluh darahnya yang bocor itu lebih cepat menutup,” kata Tri menjelaskan.

Menurut dia, kompres hangat dan dingin dapat dilakukan sesering mungkin karena ia bertindak sebagai terapi pendukung dan tidak bersifat invasif. Kompres mata, baik hangat maupun dingin, bisa dilakukan sebanyak dua sampai tiga kali dalam sehari, dengan durasi 5-10 menit untuk tiap-tiap sesi kompres.

Kompres mata juga dilakukan dengan mata tertutup dengan menaruh handuk, eye patch atau botol hangat di atas kelopak mata.

Jika bengkak tidak kunjung mereda atau keluhan selalu kambuh di tempat yang sama, Tri mengingatkan untuk berkonsultasi kepada dokter untuk diagnosis dan penanganan.

Baca juga: Dokter mata: Kegiatan luar ruangan bantu jaga fungsi penglihatan anak

Baca juga: Masalah mata kering bisa dipicu hormon selama menopause

Baca juga: Perawatan mata kering dianjurkan dilakukan satu-dua pekan sekali

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.