Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta menargetkan uji coba operasional jalur MRT fase 2A dari Bundaran HI hingga Monas pada Juni 2027 sebagai bagian dari pengembangan layanan transportasi massal di ibu kota.

"Kami akan mencoba melanjutkan operasional dari Bundaran HI sampai dengan Monas. Bulan Juni tahun depan kami targetkan uji coba terlebih dahulu sesuai prosedur yang berlaku," kata Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat dalam Forum Jurnalis 2026 di Jakarta, Rabu.

Tuhiyat mengatakan progres konstruksi fase 2A terus menunjukkan perkembangan positif, terutama pada paket pekerjaan CP201 yang mencakup lintasan Bundaran HI-Monas.

Menurut dia, operasional secara resmi ditargetkan dapat dimulai pada pertengahan 2027 setelah seluruh tahapan pengujian selesai dilaksanakan.

Sementara itu, Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina menambahkan progres pekerjaan sipil paket CP201 saat ini telah mencapai 92,88 persen.

Ia menjelaskan sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung antara lain penyelesaian trotoar di Jalan MH Thamrin, instalasi sistem pendingin serta pembangunan area pintu masuk Stasiun Monas.

"Secara fisik bangunan stasiun sudah mulai terlihat. Fokus pekerjaan saat ini lebih banyak pada penyelesaian area permukaan dan instalasi sistem," kata Weni.

Selain itu, pekerjaan rel dan sistem kelistrikan juga terus berjalan untuk mendukung target operasional pada 2027. Pemilihan bulan Juni 2027 bertepatan dengan HUT ke-500 DKI atau lima abad Jakarta.

MRT fase 2A merupakan proyek lanjutan dari koridor Lebak Bulus-Bundaran HI yang akan menghubungkan pusat Jakarta hingga Kota Tua secara bertahap.

Diharapkan, kehadiran jalur baru tersebut dapat meningkatkan konektivitas transportasi publik sekaligus mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.

Baca juga: Kendaraan menuju Kota dialihkan selama proyek MRT Fase 2A area Harmoni

Baca juga: Pembangunan MRT fase 2A Bundaran HI-Kota Tua sudah 59,7 persen rampung

Baca juga: Pramono dampingi Wapres tinjau pembangunan MRT di Harmoni

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.