Tianjin (ANTARA) - Kota-kota pelabuhan di China mencatatkan nilai tambah ekonomi pelabuhan sebesar 7 triliun yuan (1 yuan = Rp2.641) pada 2025, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh sebuah institut di bawah naungan Kementerian Transportasi China pada Selasa (2/6).

Laporan yang disusun oleh institut perencanaan dan penelitian di bawah naungan kementerian tersebut memberikan evaluasi komprehensif mengenai aktivitas ekonomi yang terkait dengan pelabuhan di berbagai kota pelabuhan laut utama dan kota pelabuhan sungai pedalaman di China.

Laporan ini dirilis dalam pameran industri pelayaran internasional yang dibuka pada hari yang sama di Tianjin, sebuah kota pesisir utama di China utara.

Ekonomi pelabuhan merujuk pada keseluruhan kegiatan ekonomi yang berpusat di sekitar pelabuhan, yang bergantung pada dan memanfaatkan industri-industri tertentu yang terkait dengan kegiatan pelabuhan. Ekonomi pelabuhan menyumbang 13,6 persen dari total output ekonomi kota-kota pelabuhan utama di China.

Pada periode yang sama, nilai tambah ekonomi pelabuhan di kota-kota pelabuhan sungai pedalaman China mencapai 2,7 triliun yuan, menyumbang 9,7 persen dari total output ekonomi mereka.

Industri emerging strategis di kota-kota pelabuhan sungai pedalaman China mengalami pertumbuhan pesat pada 2025, dipimpin oleh sektor manufaktur kimia, produksi peralatan elektronik, dan manufaktur otomotif.

Industri-industri ini menyumbang 19,7 persen dari output ekonomi terkait pelabuhan di sektor industri sekunder, yang secara efektif mendorong transformasi dan peningkatan industri di wilayah pedalaman.

"Di masa depan, China akan menjadikan pembangunan berkualitas tinggi sebagai inti dari ekonomi pelabuhan. Berbagai upaya akan terus dilanjutkan untuk memperdalam integrasi pembangunan antara pelabuhan, industri, dan perkotaan, serta memajukan pembangunan pelabuhan cerdas dan ramah lingkungan yang didorong oleh inovasi teknologi," ujar Liu Xin, presiden Institut Perencanaan dan Penelitian Transportasi Kementerian Transportasi China.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.