Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Partai Congresso Nacional da Reconstrucao de Timor (Partai CNRT) yang juga Wakil Perdana Menteri Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay, di Kantor Pusat Partai CNRT, Dili, Timor Leste, Rabu (3/6) malam.
Dalam kesempatan itu, Sekjen Hasto meminta dukungan partai-partai, terutama CNRT, agar kunjungan Presiden Kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Dili berjalan dengan sukses, lancar dan aman.
Menanggapi hal tersebut, Francisco berjanji akan menerima dengan baik Megawati saat berkunjung ke Dili pada Juli mendatang.
Dalam pertemuan yang berlangsung akrab, kekeluargaan dan penuh nostalgia ini, Francisco menyampaikan bahwa Megawati dan Xanana Gusmao mempunyai hati yang lapang dan pikiran jernih.
Dia menyebutkan meskipun Indonesia dan Timor Leste mempunyai sejarah kelam, namun kedua pemimpin lebih memilih untuk melupakan dan menatap ke depan, sehingga mempermulus rekonsiliasi antara kedua negara, menciptakan hubungan Indonesia dan Timor Leste menjadi baik.
"Sehingga orang kagum dan memuji ketika melihat hasil rekonsiliasi ini. Orang Indonesia dan Timor Leste jika bertemu sudah seperti saudara, melupakan dendam masa lalu dan bisa saling tertawa bersama," ujar Francisco.
Baca juga: Sekjen PDIP dan Presiden Timor Leste bahas rencana kunjungan Megawati
Lebih lanjut Francisco berharap agar pertemuan ini bisa menjadi jembatan hubungan antara Indonesia dan Timor Leste, bukan hanya soal politik tetapi juga kemanusiaan.
Hasto menimpali bahwa sejarah perjuangan CBRT dan PDI Perjuangan memang tidak jauh berbeda. Keduanya muncul dari sejarah penindasan, menggunakan prinsip perjuangan yang sama, yakni gerilya.
"Jika CNRT gerilya di hutan, maka PDI Perjuangan bergerilya di kota," kata Hasto.
Sebelumnya, Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, mengundang Megawati Soekarnoputri ke Dili untuk menerima anugerah penghargaan "Grand Collar Order of Timor Leste", yang merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah Timor Leste. Megawati menerima penghargaan ini atas jasanya membuka peta jalan menuju rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste.
Bergeser dari kantor Partai CNRT, Hasto dan delegasi menghadiri jamuan makan malam di kediaman Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay. Acara makan malam berlangsung dengan akrab serta diselingi dialog kepartaian yang produktif dan membangun. Acara berakhir dengan titipan buah tangan dari Partai CNRT untuk Megawati.
Saat pertemuan, Hasto didampingi oleh Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto serta Direktur Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan.
Francisco Kalbuadi Lay, bersama jajaran pengurus CNRT, menyambut hangat tamu dari negara tetangga tersebut dengan mengalungkan tais, kain tenun tradisional Timor Leste.
Francisco didampingi sejumlah pengurus NCRT, antara lain Wakil Ketua Umum Gil da Costa Monteiro, Menteri Dalam Negeri Fransisco da Costa Gutteres, dan Wakil Sekjen Jasinto Rigoberto Gomes de Deus.
Partai CNRT merupakan salah satu partai politik terbesar dan penguasa pemerintahan saat ini di Timor Leste. Partai CNRT didirikan oleh mantan Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao, pada Maret 2007.
Baca juga: Sekjen PDIP kunjungi Dili jelang lawatan Megawati ke Timor Leste
Baca juga: Ramos Horta akan anugerahkan medali Grand Colar Ordem ke Megawati
Baca juga: Presiden Ramos Horta undang Megawati berkunjung ke Timor Leste
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.