Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat kolaborasi untuk mempercepat adopsi teknologi artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan).

"Program AI Ready ASEAN ini penting sekali saya kira sebagai sebuah cerminan betapa negara-negara ASEAN membutuhkan satu kerjasama yang kuat dalam rangka untuk memajukan adopsi teknologi AI di kawasan," kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria saat acara penandatanganan nota kesepahaman dengan ASEAN Foundation di Jakarta, Kamis.

Nezar menilai kerja sama ini penting karena mencerminkan upaya kolaboratif antara negara-negara ASEAN dalam rangka memajukan adopsi AI di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama yang disepakati dalam nota kesepahaman ini menargetkan tambahan talenta digital di bidang AI sebanyak 250 ribu orang yang akan menjalani program literasi digital melalui modul pembelajaran daring, pelatihan langsung, hingga kegiatan peningkatan kesadaran digital.

Menurut dia, negara-negara ASEAN memiliki tantangan yang sama dalam adopsi AI yakni bagaimana meningkatkan riset dan pengembangan AI serta penguatan talenta digital. Dengan begitu, melalui kerja sama ini, negara-negara ASEAN dapat bertukar pengalaman dan teknologi untuk mempercepat adopsi AI di kawasan.

Baca juga: Menkomdigi sebut adopsi AI bisa bantu tingkatkan PDB

Dia juga menyoroti potensi ekonomi digital kawasan ASEAN yang diproyeksikan mencapai 1 triliun dolar AS pada tahun 2030 dimana Indonesia diproyeksikan memberi kontribusi sekitar 366 miliar AS.

"Kita melihat ASEAN sebagai sebuah kesatuan, baik itu ikatan kultural maupun politik sebagai negara tetangga dan kita juga melihat dia sebagai sebuah kesatuan teknologi dalam artian bagaimana sesama negara ASEAN bisa berbagi pengalaman, teknologi, dan juga kemampuan yang sedang dikembangkan," ujar Nezar.

Program AI Ready ASEAN, yang direncanakan berlangsung hingga 2028, bertujuan meningkatkan keterampilan kecerdasan buatan (AI) masyarakat Indonesia sebagai bagian dari persiapan menghadapi transformasi digital.

Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam menjelaskan program AI Ready ASEAN telah berjalan sejak tahun 2024. Dalam dua tahun pelaksanaannya, program tersebut telah menjangkau 5,3 juta penerima manfaat melalui pemberdayaan keterampilan AI, termasuk cara menggunakan AI secara bertanggung jawab dan beretika.

Baca juga: Menkomdigi sebut adopsi AI untuk pendidikan harus sesuai kesiapan anak

Baca juga: Penerapan strategi jangka panjang penting dalam adopsi AI

Baca juga: Menkomdigi sebut adopsi AI harus tingkatkan produktivitas nasional

Baca juga: Wamenkomdigi: AI bisa dimanfaatkan untuk tingkatkan produktivitas

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.