Kolaka (ANTARA) - Pemerintah Pusat menyiapkan anggaran Rp260 miliar untuk membangun Sekolah Rakyat di Desa Tikonu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bupati Kolaka Amri saat ditemui di Kolaka, Kamis, mengatakan Sekolah Rakyat yang akan dibangun tersebut dirancang dengan konsep sekolah asrama dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang belajar berfasilitas lengkap hingga kelengkapan kebutuhan siswa.
"Ada 12 gedung yang akan dibangun, termasuk asrama," kata Amri.
Baca juga: Pemprov Sultra siapkan tiga lokasi untuk Sekolah Rakyat jenjang SMA
Ia menyebutkan bahwa infrastruktur pembangunan sekolah tersebut akan menggunakan lahan milik pemerintah daerah seluas kurang lebih delapan hektare.
"Bulan ini masuk proses tender dan bulan depan sudah mulai jalan aksinya di lapangan. Anggarannya murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum," ujarnya.
Amri mengatakan meskipun pembangunan fisiknya dikerjakan oleh Kementerian PU, penanggung jawab operasional dan program sekolah ini berada di bawah kendali Kementerian Sosial (Kemensos).
Amri mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah memetakan kriteria calon siswa secara ketat. Anak-anak yang dapat menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat ini wajib terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada Desil 1-4 (masyarakat berpenghasilan rendah atau tidak mampu).
Ia mengemukakan seluruh biaya hidup dan fasilitas penunjang selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut ditanggung sepenuhnya oleh negara.
"Negara menanggung semua fasilitasnya. Mulai dari makan, asrama hingga pakaian seragamnya. Kita di daerah sifatnya penerima manfaat," tuturnya.
Baca juga: Menteri dorong Sekolah Rakyat ciptakan talenta Ekraf penopang ekonomi
Baca juga: Danantara dan Kementerian PU fokus percepat proyek Sekolah Rakyat
Amri menambahkan kehadiran Sekolah Rakyat ini menjadi momentum penting untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kolaka. Ia mengingatkan agar daerah tidak terlena dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah tanpa menyiapkan generasi penerus yang kompeten.
"Kita bersyukur Kolaka punya banyak sumber daya alam. Tetapi, hal itu harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas SDM-nya. Jangan sampai kita lengah dan merasa terlalu nyaman dengan SDA yang ada sekarang," ucapnya.
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra/Andika
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.