Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto melakukan dialog dengan pimpinan Partai Fretilin termasuk Sekretaris Jenderal Fretilin, Mari Alkatiri, di Kantor Fretilin, Dili, Timor Leste, Kamis.

Pada kesempatan tersebut, Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan dan Fretilin memiliki kesamaan platform politik yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

"PDI Perjuangan dan Fretilin memiliki platform inklusif yang sama. Kami digerakkan oleh nilai-nilai kesetaraan, demokrasi, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Semua perbedaan disatukan oleh falsafah Pancasila," kata Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Pertemuan tersebut menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai demokrasi, konsolidasi negara, hubungan Indonesia dan Timor Leste, hingga tantangan menjaga ideologi dan warisan para pendiri bangsa.

Dalam pertemuan itu, Hasto didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto, serta Direktur Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan.

Hasto juga menyinggung tantangan konsolidasi negara dalam proses pembangunan bangsa. Menurut Dia, pandangan Proklamator RI Bung Karno selalu relevan karena berakar dari sejarah peradaban bangsa dan cita-cita geopolitik tentang kepemimpinan Indonesia bagi tata dunia baru.

Ia menjelaskan bahwa Bung Karno pernah mengingatkan bahwa demokrasi yang terlalu dini dan terlalu liberal dapat menyulitkan proses konsolidasi negara yang baru merdeka.

Pandangan tersebut, kata Hasto, memiliki kesamaan dengan pengalaman yang dihadapi berbagai negara berkembang, termasuk Timor Leste.

Baca juga: Sekjen PDIP temui Wakil PM Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay

Menanggapi hal itu, Sekjen Fretilin Mari Alkatiri menyampaikan bahwa demokrasi multipartai yang berkembang terlalu dini juga berpotensi menimbulkan kesulitan dalam konsolidasi internal suatu negara.

Alkatiri juga mengenang pengaruh besar Bung Karno dalam perjalanan hidup dan perjuangannya. Ia mengaku telah mengenal sosok Presiden pertama RI itu sejak usia muda.

"Saya sejak kecil mengenal Bung Karno. Saat muda saya mengikuti pidato-pidato Bung Karno melalui radio. Pidato Bung Karno menjadi inspirasi yang menggelorakan semangat saya saat muda," ujar Alkatiri.

Sementara itu, Andreas H. Pareira menyoroti eratnya hubungan Indonesia dan Timor Leste. Menurutnya, kedua negara memiliki keterkaitan yang sangat kuat baik dari sisi sejarah, budaya maupun masa depan kawasan.

"Apa yang terjadi di Timor Leste akan memiliki pengaruh terhadap Indonesia. Sebaliknya, apa yang terjadi di Indonesia juga akan mempengaruhi Timor Leste. Sebagai saudara, sudah selayaknya perbatasan negara tidak dibuat untuk memisahkan, melainkan justru menyatukan," kata Andreas.

Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto menambahkan bahwa hubungan Indonesia dan Timor Leste saat ini menjadi contoh penting bagaimana dua bangsa yang pernah mengalami konflik dapat bertransformasi menjadi sahabat dan mitra yang baik.

Andi mengutip pernyataan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta dalam sebuah forum di Dubai yang menyebut bahwa tanpa Indonesia, Timor Leste tidak akan menjadi negara merdeka seperti saat ini.

Baca juga: Sekjen PDIP kunjungi Dili jelang lawatan Megawati ke Timor Leste

Andi lebih lanjut mengutip pernyataan Presiden Ramos Horta yang menegaskan bahwa Indonesia juga tidak berupaya mengeksploitasi Timor Leste ketika negara tersebut menghadapi krisis pada 2006.

"Indonesia justru serius membantu Timor Leste membangun kemandirian ekonomi. Salah satu contohnya, Bank Mandiri tercatat sebagai salah satu bank terbesar di Timor Leste," katanya.

Andi menilai pengembangan ekonomi kawasan menjadi agenda penting bagi masa depan kedua negara. Ia mengatakan bahwa ekonomi Pulau Timor tidak cukup berkembang apabila hanya bertumpu pada masing-masing wilayah secara terpisah.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat persaudaraan. Kedua pihak sepakat bahwa hubungan Indonesia dan Timor Leste yang semakin erat harus terus diperkuat melalui kerja sama politik, ekonomi, pendidikan, serta pertukaran gagasan antargenerasi demi kemajuan kawasan dan kesejahteraan kedua bangsa.

Kehadiran Hasto dan delegasi PDIP di Dili merupakan bagian dari agenda koordinasi menjelang kunjungan Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke Timor Leste pada Juli mendatang.

Baca juga: Ramos Horta akan anugerahkan medali Grand Colar Ordem ke Megawati

Baca juga: Presiden Ramos Horta undang Megawati berkunjung ke Timor Leste

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.