Indonesia juga bisa, apa kurangnya kita dari India sama Vietnam
Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Institute mengatakan sektor ekonomi berkompleksitas tinggi di Indonesia harus diperkuat untuk menopang perekonomian agar dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen.
"Kita dengan mudah bisa melihat ke Vietnam dan India, bagi mereka pertumbuhan ekonomi delapan persen itu sehari-hari, rata-rata tiap tahun ya segitu. Indonesia juga bisa, apa kurangnya kita dari India sama Vietnam," kata Co-Founder & Executive Director Kadin Indonesia Institute Mulya Amri dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.
Mulya mengatakan Kadin Institute juga secara rutin menggelar forum diskusi "8% Club" untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi. Menurut dia, Indonesia perlu mendorong pengembangan sektor ekonomi dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Saat ini, kata dia, sebagian besar produk ekspor Indonesia masih didominasi bahan baku atau produk dengan nilai tambah yang relatif rendah.
Dengan mendorong ekonomi berkompleksitas tinggi, kata dia, maka akan turut membuka banyak lapangan kerja. Hal itu karena ekonomi berkompleksitas tinggi sejalan dengan upaya meningkatkan produktivitas dari kelas menengah.
Sebagai gambaran, ekonomi berkompleksitas tinggi merupakan konsep yang mengedepankan perspektif kekayaan suatu negara ditentukan oleh akumulasi dan variasi pengetahuan produktif (kapabilitas) yang tertanam dalam jaringan sosial dan ekonomi.
Kompleksitas ekonomi dapat diukur dari seberapa variasi produk ekspor yang dihasilkan suatu negara (diversity) dan seberapa unik (ubiquity). Semakin tinggi variasi dan keunikan produk ekspor, semakin tinggi tingkat kompleksitas ekonominya.
Adapun pemerintah Indonesia menargetkan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029 dari 5,11 persen pada 2025.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerintah terus mengembangkan kapasitas ekonomi dari kelas menengah.
Kelompok kelas menengah memiliki kontribusi signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, tenaga kerja produktif, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Berdasarkan keterangan di laman resmi Kemenko Perekonomian, kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah saat ini mencapai sekitar 66,35 persen dari total penduduk atau sekitar 185,35 juta orang, sekaligus menjadi penopang utama konsumsi rumah tangga dan daya beli nasional.
Baca juga: Kadin Institute jalin kerja sama pemagangan dengan Jerman
Baca juga: Kadin Institute targetkan 1.000 dosen di Jatim tersertifikasi
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.