Muaradua (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, meminta masyarakat di wilayah setempat agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rentan terjadi saat musim kemarau.

Kepala BPBD OKU Selatan Indra Gunawan saat dihubungi dari Baturaja, Kamis, mengatakan bahwa suhu udara maksimum di siang hari saat ini lebih panas dibanding sebelumnya.

Menyikapi hal itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada menghadapi musim kemarau panjang tahun ini dari ancaman bencana kabut asap akibat karhutla.

"Untuk status siaga darurat karhutla hingga saat ini belum ditetapkan," katanya.

Baca juga: Ogan Komering Ulu bentuk tim siaga karhutla tingkat desa

Meskipun demikian, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, pihaknya terus melakukan berbagai upaya pencegahan mulai dari patroli pemantauan wilayah rawan kebakaran hingga sosialisasi bahaya karhutla ke pelosok desa di wilayah itu.

"Kami melakukan upaya jemput bola ke desa-desa untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar," tegasnya.

Sosialisasi tersebut juga dilakukan melalui spanduk imbauan larangan membuka lahan dengan cara dibakar yang dipasang di sejumlah lokasi strategis, terutama daerah yang dipetakan rawan terjadi karhutla.

Baca juga: BPBD: 6 kecamatan rawan karhutla saat kemarau panjang di OKU Timur

"Termasuk menyiapkan peralatan penanggulangan karhutla mulai dari mesin pompa air, selang hingga baju antiapi untuk menjamin keselamatan para personel yang bertugas di lapangan," ujarnya.

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.