Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menilai kreativitas, keberanian mengambil risiko, dan kepercayaan (trust) menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam forum Amartha Asia Grassroots Forum di Jakarta, Kamis, JK mengatakan perubahan lanskap ekonomi dunia saat ini ditandai dengan semakin besarnya peran negara dalam aktivitas ekonomi.
Namun demikian, pertumbuhan ekonomi tetap bergantung pada kemampuan sektor swasta dan masyarakat dalam menciptakan investasi serta lapangan kerja.
"Sekarang ekonomi di Indonesia dan di dunia ini menjadi ekonomi yang lebih banyak melibatkan peran negara. Orang menyarankan bahwa peran pemerintah lebih besar dibanding sebelumnya," kata JK dalam keterangannya.
Menurut dia, pemerintah dan pelaku usaha perlu berjalan beriringan untuk menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi. Pemerintah berperan menciptakan kebijakan yang mendukung iklim usaha. Sementara, sektor swasta menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi produktif.
"Pemerintah hanya memberikan pekerjaan kepada sekitar empat juta orang, yang memberikan lapangan kerja kepada hampir seluruh masyarakat justru para pengusaha yang membuat kegiatan ekonomi dan investasi," ujarnya.
JK menilai upaya memperkuat kewirausahaan perlu terus didorong, termasuk melalui pemanfaatan berbagai fasilitas pembiayaan yang telah disediakan pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurut dia, modal utama dalam membangun usaha bukan semata-mata dana, melainkan kemampuan menghadirkan ide dan inovasi.
"Kalau ingin berusaha, modal yang pertama adalah inovasi, kreativitas, dan ide. Itu yang nomor satu. Yang kedua baru modal," katanya.
Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang usaha baru.
Menurut JK, penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor penting agar Indonesia tidak hanya bergantung pada sumber daya alam sebagai penopang ekonomi.
"Jangan hanya tergantung kepada sumber daya alam. Bagaimana kita membangun kemampuan teknologi sendiri. Dengan kemauan dan keberanian, itu bisa dilakukan," ujarnya.
Selain kreativitas dan inovasi, JK menekankan pentingnya menjaga kepercayaan dalam menjalankan usaha. Ia menilai kepercayaan menjadi fondasi utama bagi pelaku usaha untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat maupun lembaga keuangan.
"Seorang pengusaha modalnya adalah kepercayaan. Begitu anda tidak punya kepercayaan, orang tidak akan percaya kepada Anda," kata JK
Ia mengatakan kombinasi kreativitas, penguasaan teknologi, keberanian mengambil risiko, dan integritas akan menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing generasi muda sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Baca juga: JK harap Idul Adha jadi momentum dunia bersatu rehabilitasi Gaza
Baca juga: JK: Ryamizard beri kontribusi besar bagi pertahanan-keamanan negara
Baca juga: Jusuf Kalla dan PGI tekankan peran agama sebagai agen perdamaian
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.