Kami tentu sangat mendukung, dan berharap program ini dapat berjalan optimal

Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar berkolaborasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida dan The Ocean Clean Up dalam mewujudkan optimalisasi penanganan sampah di sungai.

Berbagai inovasi akan terus diterapkan, salah satunya adalah pemasangan Trash Barrier dengan tata kelola modern di Sungai Badung, Denpasar.

Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis.

Manager River Indonesia The Ocean Clean Up Dhanang Tri Wuriyandoko mengatakan kolaborasi ini menjadi penting untuk bersama-sama dalam penanganan sampah di aliran sungai.

Baca juga: BTN siap perluas program tukar sampah untuk cicilan KPR ke 15 kota

Dimana, The Ocean Clean Up merupakan organisasi sosial asal Belanda dalam menjaga kebersihan lautan dan sungai. Khusus untuk Kota Denpasar, upaya yang akan dilaksanakan yakni memasang dua Trash Barrier di Tukad Badung.

Keduanya akan di pasang di hulu yakni di Kawasan Tukad Badung depan Banjar Buagan dan di hilir yang berlokasi di Kawasan Pura Tanah Kilap.

"Nantinya Trash Barrier ini akan dikemas dengan teknologi otomatis, sehingga dapat mendukung optimalisasi penjaringan sampah di aliran sungai, dan sinergi bersama BWS dan Pemkot Denpasar ini merupakan angin segar dan sangat positif," ujarnya.

Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Bali Penida Made Denny Satya Wijaya mengaku siap mendukung pelaksanaan program tersebut. Tentunya, BWS selaku pemilik lahan yang berada di bantaran Tukad Badung akan memberikan dukungan maksimal terhadap penanganan sampah di aliran sungai.

Baca juga: Pemkab Cirebon sebut TPS 3R Ciawigajah mampu serap tenaga kerja

"Kami tentu sangat mendukung, dan berharap program ini dapat berjalan optimal," ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up. Kolaborasi ini menjadi angin segar dalam mewujudkan penanganan sampah terintegrasi di Kota Denpasar, utamanya di aliran sungai.

"Pada prinsipnya kami di Pemerintah Kota Denpasar sangat mengapresiasi dan mendukung langkah konkret dalam penanganan sampah di aliran sungai, dan kami (Pemkot Denpasar) merasa sangat terbantu dengan hadirnya inovasi ini di aliran Tukad Badung," ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, dengan hadirnya inovasi Trash Barrier ini tentu akan melengkapi pola penanganan sampah di aliran sungai wilayah Kota Denpasar.

Tukad Badung sebagai sungai utama di Kota Denpasar memang memiliki peran sentral dalam pengendali banjir, karena itu penanganan sampah di aliran sungai harus terus dioptimalkan.

"Kalau inovasi ini bisa diterapkan, maka optimalisasi penanganan sampah di alur sungai dapat dioptimalkan, termasuk sungai lainya yang sudah di tangani langsung oleh Tim Biru Dinas PUPR Kota Denpasar, jadi ini saling melengkapi," ujar Arya Wibawa.

Baca juga: Polres Bekasi hadirkan "Green Service" bayar SIM-SKCK pakai sampah

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.