Barisan Pemuda-Mahasiswa NTT nyatakan Novanto kurang patut

Barisan Pemuda-Mahasiswa NTT nyatakan Novanto kurang patut

Sosialisasi Bakal Calon Ketum DPP Partai Golkar. Sembilan Kandidat Bakal Calon (Balon) Ketua Umum DPP Partai Golkar dari kiri Ade Komarudin, Airlangga Hartato, Aziz Syamsudin, Mahyudin, Indra Bambang Utoyo, Priyo Budi Santoso, Setya Novanto, Syahrul Yasin Limpo dan Watty Amir mengangkat tangan bersama usai mengikuti acara Sosialisasi Kepada Para Balon Ketua Umum DPP Partai Golkar oleh Panitia Pengarah (SC) Munaslub Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (2/5/2016). Sosialisasi tersebut mengambil tema Solid Terkonsolidasi, Efektif Mengemban Misi, Berjaya Dikala Pemilu. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pak Novanto dalam perjalanan karirnya melakukan pelangggaran etika dan terkait kasus hukum sehingga kurang patut maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar."
Jakarta (ANTARA News) - Barisan Pemuda-Mahasiswa NTT Peduli Golkar menyampaikan pernyataan sikap yang menyatakan bakal calon ketua umum Partai Golkar Setya Novanto memiliki rekam jejak kurang baik sehingga tidak patut berkompetisi menuju kursi ketua umum Partai Golkar.

"Pak Novanto dalam perjalanan karirnya melakukan pelangggaran etika dan terkait kasus hukum sehingga kurang patut maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar," kata Ketua Barisan Pemuda-Mahasiswa NTT Peduli Golkar, Guche Montero, kepada pers di Jakarta, Minggu.

Pada kesempatan tersebut, Guche Montero didampingi rekan-rekannya sejumlah pemuda dan mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Guche, Novanto dalam perjalanan karirnya melakukan pelanggaran etika dan terkait kasus hukum, antara lain pertemuannya dengan petinggi PT Freeport Indonesia terkait dengan permintaan saham serta pertemuannya dengan bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kemudian diproses di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Selain itu, ada beberapa kasus lainnya," katanya.

Menurut Guche, keterlibatan Setya Novanto dalam persoalan permintaan saham PT Freeport Indonesia, membuat dirinya diproses MKD DPR RI dan kemudian mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR RI.

Dia menegaskan, persoalan ini tidak hanya berdampak pada Novanto tapi turut menurunkan citra lembaga DPR RI serta menurunkan reputasi Partai Golkar.

Menurut dia, Partai Golkar yang pernah berjaya pada era orde baru, pada periode mendatang sepatut dipimpin oleh kader yang bersih dan memiliki rekam jejak baik, untuk membangun kembali kebesaran Partai Golkar.

"Partai Golkar mendatang, sepatutnya dipimpin oleh figur yang mumpuni, memiliki integritas yang telah teruji, serta mengutamakan kepentingan rakyat," katannya.

Barisan Pemuda-Mahasiswa NTT Peduli Golkar juga menilai, Novanto dipilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT), kurang memperhatikan masyarakat di daerah pemilihannya.

Pada kesempatan tersebut, Barisan Pemuda-Mahasiswa NTT Peduli Golkar menilai, jika Novanto memimpin Partai Golkar periode mendatang maka reputasi partai pernah perjaya pada era orde baru tersebut akan semakin meredup.

Partai Golkar akan menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) di Bali, pada 15-17 Mei 2016.

Ada delapan nama bakal calon ketua umum Partai Golkar yang sudah terverifikasi dan mendapatkan nomor urut yakni, Ade Komarudin, Setya Novanto, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Aziz Syamsudin, Indra Bambang Utoyo, dan Syahrul Yasin Limpo.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar