Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggandeng Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) untuk mempromosikan Bukit Peramun, Belitung, kepada turis mancanegara asal Malaysia dan Singapura melalui kegiatan familiarization trip ke Desa Bakti BCA tersebut.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyatakan, upaya itu bertujuan untuk memperluas akses pasar wisatawan mancanegara bagi desa wisata tersebut sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata berbasis masyarakat.

“Kehadiran pelaku industri pariwisata dari Singapura dan Malaysia dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk membuka peluang pasar baru dan memperkuat posisi Bukit Peramun sebagai destinasi ekowisata unggulan Indonesia di kancah global,” ucap Hera F. Haryn dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia menuturkan, kegiatan familiarization trip tersebut menjadi sarana mempertemukan pengelola desa wisata dengan pelaku industri pariwisata mancanegara agar mereka dapat mengenal secara langsung potensi dan pengalaman wisata yang ditawarkan Bukit Peramun.

Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak menyusuri kawasan hutan konservasi Bukit Peramun melalui jalur trekking, mengenal tanaman herbal dan endemik khas Belitung, serta mengikuti kegiatan adopsi pohon.

Para peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi digital Virtual Assistance & Kenali Pohon (KePo) yang membantu pengunjung mengenali berbagai jenis flora di kawasan tersebut.

“Dengan menyuguhkan panorama hutan alami yang masih asri, kami percaya desa ini memiliki potensi tinggi di pasar internasional apabila didukung dengan akses dan promosi yang tepat,” ujar Hera.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju sejumlah titik atraksi wisata alam seperti Batu Kembar, Batu Ampar, dan puncak Bukit Peramun.

Peserta selanjutnya menikmati panorama matahari terbenam dari ketinggian, mencicipi sajian kopi dan kuliner lokal, sebelum mengikuti kegiatan pengamatan tarsius, satwa endemik yang menjadi salah satu daya tarik ekowisata Belitung.

“Melalui program ini, kami harap dapat membuka peluang kolaborasi yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat tanpa mengesampingkan aspek konservasi dan pelestarian lingkungan,” tutur Hera.

Bukit Peramun dikelola oleh Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Arsel sejak 2006. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat terus meningkat dari 387 orang pada 2023 menjadi 485 orang pada 2025. Sementara kunjungan wisatawan domestik naik dari 1.356 orang pada 2024 menjadi 1.648 orang pada 2025.

Baca juga: Ribuan wisatawan Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Nataru

Baca juga: Kemenpar berupaya tarik wisatawan Singapura ke Bali utara dan barat

Baca juga: Cara Kemenpar tingkatkan minat wisatawan mancanegara ke Belitung

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.