Teheran (ANTARA) - Iran menuntut Amerika Serikat untuk segera mencairkan sedikitnya 50 persen aset asing miliknya setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, Kamis (4/6).

"Iran bersikeras, sedikitnya, 50 persen aset beku harus dicairkan kepada Teheran segera setelah nota kesepahaman ditandatangani, dengan sisanya menyusul dalam jangka waktu yang wajar," kata Gharibabadi, seperti dikutip kantor berita Mehr.

Pada Mei, kantor berita Tasnim yang mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran, melaporkan bahwa Teheran dalam proposal penyelesaian 14 poinnya, telah meminta Washington untuk mencairkan aset asing senilai 24 miliar dolar AS (sekitar Rp432 triliun): setengahnya di tahap awal — begitu mencapai nota kesepahaman untuk menyelesaikan konflik — dan sisanya di tahap berikutnya setelah negosiasi isu nuklir.

Kantor berita tersebut melaporkan progres pencairan tahap pertama dana tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Washington rampas aset kripto Iran senilai 1 miliar dolar AS

Baca juga: Bessent sebut AS menyita aset kripto Iran senilai 500 juta dolar AS

Baca juga: Iran jadikan aset ekonomi AS sebagai target serangan

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.