Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya untuk mengembangkan dan memajukan usaha kuliner, salah satu subsektor usaha ekonomi kreatif.
Dia mengapresiasi penyelenggaraan Festival Burger Dunia di Jakarta, Jumat, yang menghadirkan ruang promosi dan kolaborasi bagi para pelaku usaha burger lokal.
"Festival tidak hanya menghadirkan produk kuliner, tetapi juga menunjukkan adanya kreativitas, keberanian untuk memulai usaha, serta semangat kolaborasi yang menjadi fondasi industri kreatif," katanya.
Ia mengemukakan bahwa pelaku usaha ekonomi kreatif memerlukan dukungan dan kolaborasi untuk membangun dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan.
"Jadi sebetulnya ini kuliner, ini adalah industri kreatif yang berkembang sangat pesat, dan banyak anak muda memulai usahanya ini melalui subsektor kuliner untuk masuk ke industri kreatif," katanya.
"Kalau ingin masuk ke industri kreatif, tidak cukup hanya dengan kreativitas. Kita perlu keberanian dan semangat kolaborasi," kata dia.
Baca juga: Pemerintah dan pelaku usaha kolaborasi percepat pengembangan ekraf
Teuku Riefky mengatakan, pelaku usaha bisa berkolaborasi dengan pelaku usaha yang lebih berpengalaman dan penyedia platform digital untuk meningkatkan citra merek maupun mengembangkan kekayaan intelektual.
Aldi Taher selaku inisiator Festival Burger Dunia mengatakan bahwa festival dirancang sebagai wadah silaturahmi dan ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha burger lokal agar bisa tumbuh bersama.
"Ini bukan acara aku. Ini acara pengusaha kuliner Indonesia, khususnya burger yang Insya Allah akan terus bertumbuh untuk membangun ekonomi Indonesia juga," kata pemilik Aldi's Burger tersebut.
Baca juga: Golden Swirl Awards peluang kuliner Indonesia menuju pasar global
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif dukung promosi jamu ke pasar global
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.